Cara Menhub jalankan perintah Jokowi tekan dwelling time jadi 2 hari
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi memerintahkan agar dwelling time atau waktu bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok turun jadi 2 hari. Saat ini, dwelling time di pelabuhan tersebut masih sekitar 3,2 hari.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku siap melakukan perintah Jokowi. Salah satu caranya yaitu dengan menarik 16 kementerian/lembaga yang terkait untuk berkantor di Pelabuhan Tanjung Priok selama satu bulan untuk uji coba.
"Langkah yang sudah kita bicarakan dengan Pelindo, kita minta para pihak berkantor di sini, kasih batas waktu satu bulan, Pelindo sudah menyediakan tempatnya" ucapnya usai peresmian pengoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Selasa (13/9).
Selanjutnya, Budi akan menunjuk salah satu koordinator untuk mengkoordinasikan seluruh kementerian/lembaga tersebut dalam proses percepatan dwelling time. "Misalnya, Ditjen Bea Cukai yang ditunjuk, maka akan satu koordinasi, kalau satu setuju semua harus setuju," ujarnya.
Dia mengatakan tidak akan membuat peraturan tertentu terkait percepatan dwelling time tersebut, karena saat ini tengah berupaya untuk mengurangi aturan-aturan. "Ini proses saja, kita bekerja dengan baik, prosesnya baik, tidak ada peraturan (baru) pun, kalau kesadaran sendiri pasti bisa" katanya.
Budi menargetkan Desember 2016, bisa mencapai target dwelling time yang semula 3,7 hari menjadi 2 hari.
Sebelumnya, Jokowi menginginkan dwelling time atau waktu bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok turun jadi 2 hari.
"Saya tanya, hari ini berapa hari dwelling timenya, Pelindo bilang 3,2 hari, Pak Menhub bilang 3,7. Ya antara itu. Saya mintanya 2 hari," ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pengoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Selasa (13/9).
Jokowi memerintahkan agar pihak terkait mengoptimalkan kinerjanya untuk mendorong dwelling time menyentuh angka 2 hari. "Jangan berhenti di 3,2 hari, dengan itu kita sudah senang," tegasnya.
Tidak hanya di Tanjung Priok, Presiden menekankan agar sejumlah pelabuhan di daerah lain turut mengefisienkan angka dwelling time. Sebab, dengan menurunnya angka dwelling time bisa memudahkan masyarakat memperoleh barang dan harga barang menurun.
"Tidak hanya Tanjung Priok, saya minta Tanjung Perak, Belawan, Makassar, semua dwelling time diperbaiki. Di Belawan masih 7-8 hari, jangan sampai masih 7-8 hari," ungkap Presiden.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya