Langkah Pertamina bantu korban gempa Lombok diapresiasi
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, bantuan bahan bakar gas yang disalurkan berupa tabung bright gas kemasan 12 kilogram sebanyak 50 tabung, dan bright gas kemasan 5,5 kg sebanyak 50 tabung.
Guru besar Universitas Indonesia (UI), Budyatna mengapresiasi berbagai upaya Pertamina dalam membantu meringankan beban korban gempa bumi di Lombok. Menurut Budyatna, seharusnya semua elemen masyarakat memang bahu-membahu menunjukkan empati.
"Bagus kalau ada BUMN seperti itu. Harusnya bisa menjadi contoh elemen bangsa yang lain," kata Budyatna di Jakarta, Selasa (14/8).
Menurut Budyatna, gempa Lombok memang harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya dilihat dari kekuatan gempa yang dahsyat serta kerusakan yang diakibatkan, namun juga banyaknya korban meninggal dunia. "Ini gempa yang sangat luar biasa. Akibatnya juga sangat luar biasa," kata dia.
Itu sebabnya, Budyatna berharap bahwa empati yang dilakukan Pertamina bisa mengetuk pintu hati banyak pihak. Sebab, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Yaitu, lebih banyak tokoh berbicara di layar kaca dari pada melakukan upaya nyata. "Politisi dan orang-orang kaya, jangan diam saja," ujarnya.
Pasca gempa bumi dahsyat di Lombok, Pertamina memang melakukan gerak cepat dalam memberikan bantuan dan pelayanan. Termasuk di antaranya, ketika BUMN tersebut tetap menyalurkan BBM dan LPG di saat suasana masih mencekam. Dari 60 SPBU di Nusa Tenggara Barat (NTB), seluruhnya mendapat pasokan BBM secara penuh dari Pertamina.
Bahkan, SPBU Pertamina 54.833.09 di Kayangan, Lombok Utara yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa karena dekat dengan pusat gempa, juga telah melayani BBM seperti biasa. SPBU ini berlokasi cukup strategis dan sudah menggelontorkan 8.000 liter produk BBM jenis Pertalite dan Premium.
Selain tetap melayani masyarakat, Pertamina juga gencar memberikan bantuan kemanusiaan, seperti sembako, alat kelengkapan tidur, dan tenda pengungsi. Selain itu, juga bantuan operasional ambulance dan LPG untuk dapur umum di lokasi pengungsian, serta bantuan kesehatan yakni dengan menerjunkan tenaga medis dan psikiater di lokasi pengungsian.
Baca juga:
BPH Migas dan Pertamina sepakat untuk digitalisasi nozzle
Begini cara kerja sistem digital bekerja di SPBU Pertamina
Antisipasi kecurangan, Pertamina terapkan Digitalisasi Nozzle di SPBU
Ini manfaat penerapan sistem digital dalam penyaluran BBM
Pertamina gandeng Telkom terapkan sistem digital dalam penyaluran BBM
Pertamina bakal terapkan teknologi digital di 5.518 SPBU