BPH Migas dan Pertamina sepakat untuk digitalisasi nozzle
Merdeka.com - Dalam rangka mengendalikan BBM bersubsidi dan BBM Khusus Penugasan (Premium) agar lebih tepat sasaran. BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi / IT based pada setiap nozzle yang ada di 5518 SPBU Pertamina dan total 7415 SPBU.
Hal ini ditegaskan pada rapat koordinasi BPH Migas, PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom yang diselenggarakan di Gedung BPH Migas pada Rabu (8/18).
Digitalisasi nozzle pada SPBU Pertamina akan memudahkan BPH Migas dalam mengawasi dan melakukan pendataan semua volume BBM PSO dan Non PSO yang didistribusikan melalui SPBU. Untuk itu PT Pertamina (Persero) akan memberlakukan dan memastikan agar sistem digitalisasi ini terbangun pada akhir 2018.
Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa mengatakan bahwa dirinya sangat optimis bahwa target yang telah ditetapkan akan tercapai dengan adanya transformasi leadership dan budaya kerja yang di pimpinan PT Pertamina (Persero).
Di sisi lain, BPH Migas berkomitmen untuk membantu percepatan kalibrasi flowmeter dan tangki timbun dengan melakukan koordinasi dengan Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya