Ini ganjalan kehadiran air siap minum di tempat umum
"Kalau kita bicara air siap minum itu mahalnya di monitoring."
Mempunyai air siap minum di tempat umum menjadi impian sebagian besar masyarakat. Selain memudahkan, tentunya hal ini menjadi penghematan bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Syaban Maulana menuturkan, air siap minum sebenarnya tidak terlalu sulit terwujud. Namun, kendalanya akan tersendat di proses pengawasan.
"Kalau kita bicara air siap minum itu mahalnya di monitoring," kata Syaban di Bogor, Senin (29/12).
Menurut dia, DKI Jakarta sebenarnya mampu mengelola air siap minum. Permasalahannya dia menduga terdapat di aspek pendistribusian.
"DKI Jakarta itu sudah harus siap diminum. Laboratoriumnnya juga ada. Tapi masalah pendistribusian. Mungkin ada pipa yang lama. Atau ada daerah-daerah tertentu yang tekanannya negatif," ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya menekankan agar pengelolaan dipantau selalu. "Air minun harus di jaga 24 jam," tegasnya.
Di samping itu, Syaban juga memberi sedikit tips soal air siap minum. Menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir bila air berbau kaporit. Sebab, itu menandakan air yang bersih.
"Contohnya bau badan, itu kan ada kuman yang membuat bau. Kalau kita pakai deodorant, berarti kuman itu hilang dan kita jadi wangi. Kurang lebih kerja kaporit seperti itu," terangnya.
Baca juga:
Tanggul Kalimalang Jebol, ganggu pasokan air bersih di Bekasi
Warga Lereng Gunung Kelud konsumsi air belerang
Air PAM Jaya termahal nomor 4 se-Asia
PAM Jaya sedot waduk pluit untuk pasok air ke Rusun Muara Baru
Palembang dikenal kota air, tapi warganya krisis air bersih
LIPI kembangkan ekohidrologi buat atasi masalah air di Indonesia