Warga Lereng Gunung Kelud konsumsi air belerang
Merdeka.com - Warga puluhan desa lereng Gunung Kelud Di Kediri Jawa Timur terpaksa mengonsumsi air mengandung belerang dan pospat untuk keperluan sehari-hari. Hal ini disebabkan sumber air terkontaminasi material vulkanik yang terbawa hujan dari puncak gunung. Warga berharap pemerintah sudi membagi air layak konsumsi untuk keperluan memasak dan air minum.
Memasuki musim penghujan di kawasan lereng Gunung Kelud membuat air yang biasa dikonsumsi warga berubah menjadi kecoklatan. Seperti yang terlihat di bak penampungan air di Dusun Laharpang Desa Puncu ini air terlihat kotor dan berbau belerang meski tidak menyengat. Padahal di dalam bak penampungan telah dilengkapi proses penjernihan namun air tetap keruh.
Air di bak penampungan ini diperoleh dari beberapa mata air serta sodetan dari Sungai Sarinjing yang berhulu di kawasan lereng Gunung Kelud. Pasca erupsi Februari lalu banyak material vulkanik yang terbawa aliran sungai serta menutupi mata air.
Warga secara swadaya telah melakukan pembersihan bak penampungan dari material vulkanik yang terbawa aliran air, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dari bak penampungan ini air didistribusikan ke puluhan desa di dua kecamatan yakni Puncu dan Kepung.
Menurut peneliti Konsorsium Pengurangan Risiko Bencana Nasional (KPRBN) Prof A Kosasih air keruh yang berasal dari lereng kelud mengandung belerang dan pospat dalam kadar tinggi.
"Bila dikonsumsi sebagai air minum dalam jangka lama dapat mengendap di saluran kemih sehingga menimbulkan penyakit. Kami merekomendasikan dibangun water treatment sebelum digunakan keperluan sehari-hari," kata Kosasih, Jumat (14/11).
Sementara itu, Suparmi (45) warga lereng Kelud di Desa Puncu mengaku terpaksa menggunakan air keruh tersebut untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan air minum. Meski mengetahui air tersebut berbahaya warga mengaku tidak memiliki pilihan lain karena pemerintah daerah tidak lagi mendroping air bersih.
Warga berharap pemerintah daerah membantu mengatasi kebutuhan air bersih di kawasan pemukiman lereng Gunung Kelud dengan melakukan droping air layak konsumsi.
Sementara itu, keluhan warga ini sebagian kemarin telah direspon oleh PT Gudang Garam Tbk. Kerjasama dengan Pemkab Kediri, PT GG Tbk telah meresmikan bantuan rehabilitasi dan pipanisasi saluran air bersih jalur baru sepanjang 4,5 km. Warga lereng Gunung Kelud sisi utara tepatnya 5 desa di Kecamatan Puncu dan Kepung yakni Desa Puncu, Satak, Asmarabangun, Kebunrejo dan Kampungbaru kini telah terbantu. Jika sebelumnya mereka hanya mengandalkan sumber Clangap dan Jeding Miring, kini telah ada alternatif sumber baru dari air Kali Cawang. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya