Ini Elemen Penting untuk Pastikan Keselamatan Pelayaran, Terutama Penyeberangan Ketapangan-Gilimanuk
Operator kapal diwajibkan untuk mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan demi menjaga keselamatan pelayaran.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan penumpang kapal di seluruh Indonesia, terutama pada rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan Safety Workshop Kapal Penyeberangan, yang bertujuan untuk menemukan solusi konkret guna memperkuat sistem keselamatan pelayaran.
Workshop ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya profesionalisme dan kepatuhan dalam operasional kapal penyeberangan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kewaspadaan pemilik kapal dan kru yang memahami kondisi kapalnya dapat ditingkatkan.
Para peserta juga mendapatkan materi yang beragam, seperti live saving appliances, cargo securing lashing, stability booklet, dan studi kasus mengenai cara pembacaan serta safety awareness.
"Harapan kami, dengan adanya kolaborasi ini safety itu bisa kita tingkatkan bersama," ungkap Direktur PT BKI (Persero), Arief Budi P dikutip di Jakarta, Selasa (19/8).
Dia menambahkan bahwa klasifikasi dan pemastian merupakan prinsip dasar keselamatan pelayaran. Dalam proses sertifikasi, BKI menetapkan berbagai batasan teknis, seperti kapasitas muatan maksimum, dimensi kapal, serta kelengkapan instrumen keselamatan.
Selain itu, operator kapal diwajibkan untuk mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan demi menjaga keselamatan pelayaran.
Indonesia dan Turki Perkuat Kolaborasi dalam Pengembangan Ekosistem Industri Maritim
Pada kesempatan sebelumnya, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dan Trk Loydu telah melakukan audiensi dengan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis BKI, Laksamana TNI (Purn) Marsetio, serta jajaran manajemen dari IDSurvey, BKI, dan Direktur Trk Loydu, Lutfu Savaskan.
Direktur BKI R. Agus Doddy Dwisagita menjelaskan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat sinergi antara BKI dan TNI AL. "Khususnya dalam mendukung penguatan standar keselamatan dan kelaikan maritim melalui pemahaman terhadap regulasi internasional dan nasional yang terus berkembang," ujarnya dalam siaran pers.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur BKI dan Trk Loydu menegaskan komitmen mereka untuk mendukung TNI AL dalam meningkatkan kapasitas serta mengembangkan sektor keamanan maritim nasional melalui kolaborasi teknis dan pertukaran pengetahuan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BKI sebagai anggota IDSurvey untuk terus berperan aktif dalam pembangunan ekosistem industri maritim yang tangguh dan berkelanjutan.
Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mendukung ketahanan dan keamanan maritim Indonesia melalui kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, diharapkan sinergi ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sektor maritim di Indonesia.