Ini cara anyar Menko Luhut kejar target lifting minyak di 2017
Luhut akan bekerja sama dengan TNI mencari minyak tengah laut.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2017, pemerintah menargetkan lifting minyak sebesar 780 ribu barel per hari (bph). Jumlah tersebut turun dari target dalam APBN-P tahun 2016 sebesar 820.000 bph.
Menteri Koordinator Maritim yang juga sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan mengklaim jika saat ini lifting minyak baik-baik saja. Namun diakuinya, pada 2017 mendatang lifting migas akan mengalami penurunan.
"Ya memang cadangannya terukur kita juga turun, jadi sekarang kita mau tingkatkan eksplorasi lebih banyak, tapi kalau dari laporan Pak Amien (Kepala SKK Migas) cukup baik, tidak terlalu turun, malah naik ya tadi," kata Luhut di City Plasa, Jakarta, Jumat (26/8).
Menko Luhut berencana akan bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL) mengejar target lifting. Nantinya, TNI AL akan bertugas untuk membantu melakukan study perminyakan di laut.
"TNI yang berlayar akan kita program supaya bisa melakukan study di laut, karena sekarang minyak banyak di laut," tuturnya.
Selain itu, pihaknya akan segera menyelesaikan revisi PP 79 tentang cost recovery pada Senin pekan depan. "Kita akan lakukan tentu untuk membuat lebih menarik investasi untuk melakukan kegiatan eksplorasi," pungkasnya.
Baca juga:
Kuartal I-2016, produksi minyak Pertamina naik 14 persen
Pertamina klaim produksi minyak Blok Cepu tembus 170.000 bph
Pertamina targetkan efisiensi Rp 1,35 T lewat pengadaan minyak baru
Lapangan Banyu Urip ditargetkan sumbang 30 persen lifting minyak RI
DPR: Tak ada penemuan cadangan baru bikin produksi minyak turun
DPR minta Pertamina setop operasi sumur minyak di Irak
Pertamina pakai skema swap atasi masalah minyak dari Irak