DPR minta Pertamina setop operasi sumur minyak di Irak
Merdeka.com - Anggota Komisi VII DPR RI Inas Nasrullah mempermasalahkan pengelolaan sumur-sumur minyak di luar negeri oleh PT Pertamina (Persero) terutama di ladang minyak Basarah, Irak. Minyak-minyak yang dihasilkan di Irak malah dijual ke luar negeri lantaran tidak bisa diserap kilang milik Pertamina.
Di sisi lain, Pertamina justru mengimpor minyak dari negara-negara lain. "Kenapa punya sumur di sana (Irak) tapi tidak bisa diserap? Bahkan katanya minyak mentah dari Basarah bermasalah karena tidak bisa diolah," ujar Inas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/2).
Daripada menyulitkan, Inas pun meminta Pertamina untuk menghentikan operasi minyak di Basarah. Apabila operasi minyak ini dilanjutkan, kata dia, hanya akan membuang waktu dan dana Pertamina.
Terlebih lagi minyak yang dihasilkan oleh sumur minyak di Basarah, Irak berkualitas buruk. Alih-alih mendapat keuntungan, Inas khawatir Pertamina justru akan menuai keluhan dari konsumen.
"Basarah itu kualitas minyak naik turun, saya paham ini kebijakan direksi lama, saya harap ini tak diteruskan," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya