Ini Batasan Bawaan Barang Untuk Pelaku Jasa Titip
Kepala Subdit Impor Direktorat Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Djanurindro Wibowo mengatakan, setiap perorangan maksimal hanya diperkenankan membawa kouta barang senilai USD 500 atau setara dengan Rp 7 juta (kurs Rp 14.000).
Usaha jasa titip atau Jastip kini menjadi lapangan pekerjaan baru yang dilirik oleh sejumlah masyarakat. Jastip bahkan tidak hanya berkembang di dalam negeri akan tetapi juga merambah ke luar negeri.
Namun demikian, seiring berkembangnya usaha ini, masih banyak yang belum mengetahui aturan bea masuk dan pelaksanaanya sehingga menjadi kendala bagi para pelaku usaha jastip. Lantas berapa batasan maksimal kouta barang yang dikenakan bea cukai untuk jastip barang impor?
Kepala Subdit Impor Direktorat Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Djanurindro Wibowo mengatakan, setiap perorangan maksimal hanya diperkenankan membawa kouta barang senilai USD 500 atau setara dengan Rp 7 juta (kurs Rp 14.000).
"USD 500 itu personal use ya. Jadi barang orang itu dibebaskan (bea dan cukai) untuk keperluan sendiri," ungkapnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Jumat (26/4).
Dia mengatakan, apabila pelaku jastip membawa barang dengan nilai yang diatur oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai maka akan dikenakan kewajiban pajak impor sebesar 10 persen "Jadi kalau lebih dari 50 persen, kena bayar 10 persen tuh,"
Di samping itu, beberapa barang pribadi yang juga dibatasi kuotanya yakni seperti rokok dan minuman alkohol. "Kalau rokok itu 200 batang, alkohol 1 liter," pungkasnya.
Baca juga:
Usai Pajak, Pemerintah Didorong Reformasi Sektor Cukai IHT
Polri Diminta Usut Temuan Duit Asing Hingga Rp 90 Miliar Masuk Indonesia
Kepada Polisi, Pembawa Rp 90 Miliar Duit Asing Ngaku Pegawai Money Changer
Pengendara Vixion Terobos Petugas Bea Cukai, 3 Kg Sabu Disita
Tingkatkan Cukai Hasil Tembakau, Pemerintah Perketat Penindakan Hukum
Bea Cukai Beberkan Alasan Kenaikan Cukai Rokok Tak Terealisasi Tahun ini