Infrastruktur Indonesia terbaik ke-3 di Asia Tenggara
Dalam pemeringkatan yang dikeluarkan oleh IMF tersebut, Indonesia kalah dari Singapura yang menempati urutan pertama dan Malaysia di urutan kedua. Dia menambahkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pun mengerek peringkat global competitiveness Indonesia.
Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan, I Gede Pasek Suardika, mengatakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah telah membuat Indonesia menempati posisi tiga dengan Infrastruktur terbaik di Asia Tenggara (ASEAN).
Dia menjelaskan, dalam pemeringkatan yang dikeluarkan oleh IMF tersebut, Indonesia kalah dari Singapura yang menempati urutan pertama dan Malaysia di urutan kedua.
"Infrastruktur kita terbaik ketiga di ASEAN. Ini di publikasi resmi dari IMF. Itu disampaikan orang lain bukan kita sendiri yang menilai," kata dia dalam Forum Perhubungan, di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Rabu (7/11).
Capaian tersebut, lanjut dia, merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Meskipun dirinya mengakui jika infrastruktur Indonesia masih di bawah negara tetangga Singapura yang memang infrastrukturnya sudah lama maju.
"Pasti yang terbaik pertama adalah Singapura lah ya. Tapi kan luar biasa kita terbaik ketiga Asean. Luar biasa orang enggak percaya itu," jelasnya.
Dia menambahkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pun mengerek peringkat global competitiveness Indonesia. Peringkat global competitiveness Indonesia sendiri pada tahun 2017 naik dari peringkat 41 menuju peringkat 36.
Selain itu, peringkat kemudahan Berusaha (Easy of Doing Business/EoDB) Indonesia mengalami peningkatan. Pada 2017, peringkat EoDB Indonesia naik dari 91 menuju 72 dan naik lagi pada 2019 menjadi peringkat 40.
Hal ini tentu penting bagi Indonesia dalam upaya menarik lebih banyak investor baik dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya. "Jadi mohon bantuannya untuk mempromosikan kepada para investor biar mau masuk ke Indonesia," tandasnya.
Baca juga:
Pemprov DKI pasangi JPO di Jalan Sudirman yang akan di revitalisasi
Kesan mereka begini rasanya naik MRT Jakarta
Antisipasi kecelakaan, Jalan HOS Cokroaminoto dipasang pagar pembatas
Menko Luhut: Masih banyak sektor di Indonesia yang bisa dikerjasamakan dengan China
Dirut MRT soal tarif: Hasil survei rata-rata minta per-10 kilometer Rp 8.500
Cerita Presiden Jokowi naik MRT Jakarta untuk pertama kali
Tak mau mangkrak, Menteri Basuki bakal lelang dini proyek infrastruktur 2019