Dirut MRT soal tarif: Hasil survei rata-rata minta per-10 kilometer Rp 8.500
Merdeka.com - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) segera rampung dan dioperasikan Maret 2019 mendatang. Untuk tarif, belum ada kesepakatan karena hingga kini masih dibahas.
"Tarif sedang dibicarakan di pemerintah provinsi. Kita menunggu," ucap Direktur Utama MRT, William P Sabandar di Bundaran HI, Selasa (6/11).
William mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihak internal PT MRT, kerelaan membayar masyarakat Jakarta untuk tiket bervariasi.
"Rata-rata minta per-10 kilometer Rp 8.500, paling jauh Rp 13 ribu. Sedangkan perstasiun Rp 2.500," ujar dia.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI, Anies Baswedan mencoba mass rapid transit (MRT) Jakarta dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia ke Depo Lebak Bulus, Selasa (6/11).
Saat itu, William menyatakan, pengerjaan proyek MRT fase satu dengan panjang 16 kilometer hampir rampung. Tinggal tahap penyelesaian.
"Sekarang ini progress kita sampai ke 97.08 persen tingal 3 persen finishing," ujar dia.
Dia memperkirakan, Maret 2019 yang akan datang moda transportasi tersebut dapat dioperasikan..
"Simulasi akan dilakukan selama tiga bulan. Mulainya, akhir Desember 2018. Mudah-mudahan Maret 2019 akan operasi secara komersial," tandas dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya