LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Indonesia Gagal Dapat Dana Pandemic Fund

Dana yang disalurkan Pandemic Fund digunakan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons menghadapi pandemi berikutnya.

Senin, 21 Agu 2023 15:39:00
dana pandemic fund
Indonesia Gagal Dapat Dana Pandemic Fund (merdeka.com)
Advertisement

Dana yang disalurkan Pandemic Fund digunakan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons menghadapi pandemi berikutnya.

Indonesia Gagal Dapatkan Dana Pandemic Fund

Indonesia Gagal Dapatkan Dana Pandemic Fund

Pemerintah Indonesia gagal mendapatkan dana pademi dari Pandemic Fund pada Juli 2023 lalu. Padahal, Kementerian Keuangan telah memberikan proposal pengajuan pembiayaan untuk mencegah terjadinya pandemi di Tanah Air

"Indonesia memang untuk ronde pertama tidak berhasil," kata Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, Kementerian Keuangan Yogi Rahmayanti, dalam media briefing di Jakarta, Senin (21/8).

Sebagai informasi, Pandemic Fund merupakan sebuah lembaga yang mengantisipasi masalah kesehatan di masa depan.

Dana yang disalurkan Pandemic Fund digunakan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons menghadapi pandemi berikutnya.

Yogi menjelaskan proposal usulan Indonesia bersama negara-negara lain tidak disetujui Dewan Pengurus The Pandemic Fund.

Namun ternyata usulan tersebut tidak disetujui oleh Dewan Pengurus Pandemic Fund.

Pada putaran pertama ini, mereka hanya menyetujui penyaluran dana kepada 37 negara yang mencakup 19 proyek.

Padahal proposal yang diajukan Indonesia untuk putaran pertama memiliki kualitas yang bagus.

Hal ini membuat Pemerintah mempertanyakan alasan proposal Indonesia tidak lolos.

Advertisement

"Sebelumnya dari kriteria yang ada itu sangat menunjukkan bahwa proposal Indonesia masuk kelompok yang cukup kompetitif. Justru kita agak mempertanyakan sebetulnya pertimbangannya ada hal yang lain tapi dari sisi kualitas proposal Indonesia sudah bagus,"

tutur Yogi.

Kendati demikian, dirinya memahami yang membutuhkan dana Pandemic Fund sangat banyak.

Terbukti dari banyaknya jumlah proposal yang diajukan.

"Terbukti dari usulan-usulan yang masuk kalau nggak salah ada 300-an proposal, itu menunjukkan betapa tingginya demand dari kebutuhan untuk mengakses pandemic fund," kata Yogi.

Advertisement

Ke depannya, Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki usulan proposalnya.

Agar pada putaran kedua dan selanjutnya berhasil memperoleh dana Pandemic Fund.

"Di sisi lain komitmen dana sudah ada, sehingga ini yang kita dorong mempercepat segera bahwa usulan-usulan yang memang sudah diakui berkualitas bisa segera mendapatkan pendanaan meskipun di ronde-ronde setelahnya," kata Yogi.

Advertisement

"Mungkin selanjutnya bagaimana proposal Indonesia supaya bisa lebih berkualitas tinggi itu sedang kita formulasikan," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Tira Santia

Berita Terbaru
  • 5 Lokasi Layanan SIM Kelliling di Jakarta Pagi Ini
  • Update Harga Emas di Pegadaian Hari Rabu 17 Juni 2026, Cek Informasi Lengkapnya di Sini
  • Merlin, Bebek Berkostum Timnas Meksiko Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026
  • Kualitas Udara Jakarta Peringkat Dua Terburuk di Dunia, Begini Strategi Memperbaikinya
  • Penjelasan Polisi Dituding Gerebek Markas GMNI di Jaksel
  • dana pandemic fund
  • kementerian keuangan
  • pandemic fund
Artikel ini ditulis oleh
Editor Anisyah Al Faqir
T
Reporter Tira Santia
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.