Indonesia catatkan sejarah segera punya cadangan penyangga energi
Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan Rp 800 miliar untuk membeli cadangan minyak lokal atau impor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan Indonesia segera mempunyai Cadangan Penyangga Energi (CPE). Menurutnya, hal ini menjadi catatan sejarah Indonesia di bidang energi.
Menteri Sudirman mengungkapkan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan (APBN-P) sebesar Rp 1,6 triliun untuk Dana Ketahanan Energi (DKE), telah diputuskan 50 persennya akan digunakan untuk membangun CPE.
"Ini merupakan inisiasi, mudah-mudahan tahun berikutnya sudah mulai diisi dengan lebih besar lagi. Ini akan jadi sejarah karena pertama kalinya kita punya CPE," kata Menteri Sudirman dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (21/7).
Kementerian ESDM bersama seluruh anggota DEN akan segera menyusun draft Peraturan Presiden (Perpres) yang nantinya akan menjadi payung hukum dalam pembentukan CPE.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan alokasi sebesar Rp 800 miliar nantinya akan digunakan untuk membeli minyak mentah sebanyak 1,6 juta barel. Cadangan tersebut nantinya akan dibeli baik dari luar maupun domestik.
"Asumsinya dengan harga minyak USD 50 per barel kita bisa beli 1,6 juta barel minyak mentah atau setara 1 - 1,5 cadangan minyak," ucapnya.
Seperti diketahui, CPE adalah jumlah ketersediaan cadangan minyak nasional yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional pada waktu tertentu.
Baca juga:
Menteri ESDM sebut kawasan Natuna punya 16 blok migas
Pekan ini, ESDM bakal turunkan harga gas sektor industri
Dana hasil tax amnesty akan digunakan untuk bangun kilang
Perluas jaringan, PGN alirkan gas bumi di Dumai pada 2018
Proyeksi ekonomi IMF buat harga minyak jatuh ke terendah 2 bulan
Kisah Kepala PGN tempuh perjalanan 5 jam jual gas ke industri sawit
Semester I, lifting migas Indonesia lampaui target