Indonesia berpotensi krisis gas bumi, selambatnya 5 tahun ke depan
"Neraca gas Indonesia saat ini masih oke, tetapi dua sampai lima tahun lagi sudah akan defisit gas luar biasa."
Pemerintah harus bergegas menemukan cadangan gas bumi baru. sebab, Indonesia berpotensi mengalami krisis bahan bakar fosil tersebut selambatnya lima tahun mendatang.
"Neraca gas Indonesia saat ini masih oke, tetapi beberapa tahun kedepan, dua sampai lima tahun lagi sudah akan defisit gas yang luar biasa," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, di Jakarta Convention Center, Kamis (26/5).
Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah menjadikan gas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
"Ini tantangan luar biasa untuk hulu migas, bagaimana bisa menemukan dan memproduksikan cadangan baru," katanya.
Atas dasar itu, Kementerian ESDM tengah menyusun draf peraturan presiden terkait tata kelola gas. Perbaikan tata kelola bakal membuat harga gas berkurang sebesar 30 persen.
"Bagaimana mendorong dan memberikan lingkungan positif untuk hulu migas," katanya.
Selain itu, menurut Wiratmaja, pemerintah juga berkomitmen memercepat pembangunan dan pemerataan infrastruktur gas di Tanah Air. Ini guna menekan disparitas harga antarwilayah di Indonesia.
"Ada ketidakadilan untuk Indonesia dimana untuk harga gas dan infrastruktur yang tidak merata. Infrastruktur hanya ada di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan sebagian Kalimantan Timur. Jadi bagian Indonesia lain belum tersentuh oleh gas," jelasnya.
"Contoh harga keramik industri Jawa Barat dibandingkan Sumut harganya jauh sekali. Nanti harga produk berbeda. Sehingga persaingan tidak adil."
Baca juga:
Sudirman Said sebut energi tidak bisa jadi andalan penerimaan negara
KLHK siap bantu permudah izin amdal di sektor migas
Persediaan AS turun, harga minyak sentuh level tertinggi di 2016
Menteri ESDM sadar koordinasi internal pemerintah rapuh
Bangun kilang Tuban, Pertamina resmi gandeng Rosneft dari Rusia