INDEF pertanyakan data surplus pangan pemerintah
"Kalau surplus, mana mungkin ada kenaikan harga."
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mempertanyakan data surplus pangan pemerintah. Sebab, dia melihat masih ada penaikan harga pangan
"Apakah benar ada surplus pangan? Pelaku pangan semua bilang data itu bohong," kata Enny saat diskusi kebijakan stablisasi pangan, Jakarta, Sabtu (16/4).
"kalau surplus, mana mungkin ada kenaikan harga. Ini yang harus dikendalikan. Validasi data itu perlu."
Atas dasar itu, Enny mendorong pemerintah memerbaiki akurasi data ketersediaan pangan. Dengan begitu, dia optimistis kebijakan terkait pangan yang dikeluarkan pemerintah bisa lebih terarah.
"Kalau soal data ini bisa diselesaikan, maka kebijakannya menjadi valid kalau ada akurasi data," katanya
"Stabilisasi pangan kucinya memang pasokan, sumbernya data dan kebutuhan konsumsi. Janganlan data produksi, data konsumsi saja ini bervariasi."
Baca juga:
Ekonom nilai kebijakan pangan pemerintah belum berpihak pada petani
Eks bos Bulog: Impor gandum naik, nanti anak-cucu tak kenal padi
Songsong swasembada, NU dorong pembentukan Badan Pangan Nasional
Megawati: Jangan sampai lidah dan perut bangsa Indonesia terjajah
Tak hanya Brebes, ini daerah penghasil bawang merah di Indonesia