Impor minyak untuk CPE, Menteri Sudirman janji cari harga murah
"Sukur-sukur dapat diskon dan bisa bayar di belakang," ujar Menteri Sudirman.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji bakal mengimpor minyak mentah untuk Cadangan Penyangga Minyak (CPE) hanya dari negara pemberi harga murah. Pemerintah saat ini mengalokasikan dana Rp 800 miliar untuk membeli minyak baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kita akan cari negara sahabat yang memberikan syarat dengan harga paling murah, yang paling baik, sukur-sukur dapat diskon dan bisa bayar di belakang. Begitu kasarnya," tutur Menteri ESDM Sudirman Said di Kantornya, Jakarta, Kamis (21/7).
Namun, Menteri Sudirman menegaskan pemerintah bakal lebih memilih untuk melakukan impor minyak. Ini mengingat cadangan sumber daya alam Indonesia yang memang menipis.
"Jadi jangan dibayangkan ini akan dibagi-bagi (pembelian minyak di dalam dan luar negeri). Inisiasinya pasokan dalam negeri kita saja sudah sedikit, bila kita paksakan beli minyak di dalam negeri akan mengganggu produksi. Sekarang kita cari yang bisa disimpan sebagai cadangan," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Sudirman menegaskan CPE menjadi catatan sejarah Indonesia di bidang energi. Kementerian ESDM bersama seluruh anggota DEN akan segera menyusun draft Peraturan Presiden (Perpres) yang nantinya akan menjadi payung hukum dalam pembentukan CPE.
Baca juga:
Indonesia catatkan sejarah segera punya cadangan penyangga energi
Menteri ESDM sebut kawasan Natuna punya 16 blok migas
Pekan ini, ESDM bakal turunkan harga gas sektor industri
Dana hasil tax amnesty akan digunakan untuk bangun kilang
Perluas jaringan, PGN alirkan gas bumi di Dumai pada 2018
Proyeksi ekonomi IMF buat harga minyak jatuh ke terendah 2 bulan
Kisah Kepala PGN tempuh perjalanan 5 jam jual gas ke industri sawit