LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Apindo Yakin RI Tak Terdampak Hebat

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut berkomentar mengenai penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh The International Monetary Fund (IMF) menjadi 3,3 persen. Menurutnya, penurunan ini menjadi hal wajar mengingat ekonomi global masih terus mengalami ketidakpastian.

2019-04-11 20:54:18
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut berkomentar mengenai penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh The International Monetary Fund (IMF) menjadi 3,3 persen. Menurutnya, penurunan ini menjadi hal wajar mengingat ekonomi global masih terus mengalami ketidakpastian.

"Jadi IMF menurunkan ya. Dan itu kalau kita lihat keadaan sekarang, lumrah lah mereka menurunkan," kata Wakil Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/4).

Shinta mengatakan meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi global mengalami penurunan, namun kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Sehingga, secara dampak tidak akan berpengaruh besar kepada ekonomi Indonesia.

Advertisement

"Walaupun impact pasti akan kena. Tapi, ini bisa kita mempertahankan posisi kita, selama ini kita terus jaga, makanya sustainability ini sangat penting," katanya.

Pemerintah sendiri, tidak bisa menutup mata dengan kondisi global saat ini. Oleh karena itu, dirinya menginginkan agar kondisi pasar dalam negeri lebih diperkuat, sehingga memiliki nilai dan daya saing yang tinggi.

"Saya pikir tidak akan terlalu berpengaruh mestinya. Tapi bagaimana kita justru bisa memanfaatkan. Tadi kenapa saya katakan daya saing. Karena, kalau kita mau memanfaatkan pasar-pasar baru. Kita kan, harus berkompetisi dengan negara lain," jelasnya.

Advertisement

Menurut Shinta, dengan memperkuat kondisi pasar dalam negeri banyak keuntungan yang akan diterima Indonesia. Sebab, hasil produksi pasar dalam negeri sendiri banyak yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

"Pasar Indonesia kan besar sekali, dengan populasi yang begitu besar. Ini bisa menjadi leverage kita untuk masuk ke pasar lain," jelasnya.

Sebelumnya, Panel Ahli Katadata Insight Center, Wahyu Prasetyawan mengatakan, sebagai negara perekonomian yang terbuka, pertumbuhan ekonomi global yang dipangkas tentu menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Namun, Indonesia bisa saja lepas dari bayang-bayang pertumbuhan ekonomi global asalkan mampu menggenjot konsumsi domestik.

Seperti diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,3 persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang baru dirilis pada Selasa (9/4), turun 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari lalu di 3,5 persen.

Baca juga:
Apindo Apresiasi 4,5 Tahun Pertumbuhan Ekonomi Terjaga dari Guncangan Dunia
Apindo Segera Siapkan Peta Jalan Perekonomian RI 5 Tahun ke Depan
Strategi Agar Indonesia Tak Terdampak Penurunan Ekonomi Global
Pemerintah Diminta Genjot Pasar Domestik Antisipasi Gejolak Ekonomi Global
Pandangan Kubu Jokowi dan Prabowo Mengenai Angka Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Pertumbuhan Ekonomi Dunia Turun, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?
Proyeksi Ekonomi Dunia Turun, Industri RI Bakal Kena Imbas

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.