IHSG sempat anjlok, BEI sebut efek jangka pendek Trump di pilpres AS
Tito juga mengungkapkan pelemahan IHSG tersebut disebabkan kekhawatiran pasar lantaran Trump bakal intervensi dan memicu kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari ini merupakan efek jangka pendek dari kemenangan Donald Trump pada pemilu presiden Amerika Serikat (AS). Namun, kata Tito, tidak perlu dikhawatirkan karena secara keseluruhan fundamental Indonesia masih sangat baik.
"Dalam dua hari ini memang turun sekitar 6 persen, tapi kalau dilihat fundamentalnya, saham-saham masih bagus dimana secara year to date mengalami kenaikan," ujar Tito di Jakarta, Senin (14/11).
Di sisi lain, Tito juga mengungkapkan pelemahan IHSG tersebut disebabkan kekhawatiran pasar lantaran Trump bakal intervensi dan memicu kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun.
"Musuh kita itu kenaikan suku bunga The Fed, tapi ekonomi dalam negeri baik, jadi kalau turun itu masih wajar karena kita naiknya paling tinggi di dunia. Secara bisnis emiten masih berjalan, jadi fundamental kita masih baik walaupun sekarang IHSG melemah," tegasnya.
Tito mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia secara fundamental masih yang paling positif. Walaupun, nilai tukar Rupiah sedikit anjlok. "Kurs kita masih dalam kenaikan 10 besar ke atas," pungkasnya.
Baca juga:
Kemenangan Trump dan semakin kecilnya ukuran tempe di Indonesia
Trump beberkan isi percakapannya dengan Clinton di telepon
Deretan karikatur ini sindir kemenangan Donald Trump
Hillary Clinton menangis saat tahu dirinya kalah dari Trump
Gelombang aksi protes Donald Trump terus memanas di AS
Suramnya nasib rakyat Amerika usai Trump terpilih jadi presiden
BI: Anjloknya Rupiah karena pasar global khawatir kebijakan Trump