Hemat BBM subsidi pakai kartu ala kubu Prabowo
Pemilik kartu nantinya hanya masyarakat tidak mampu.
Permasalahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu hal mendesak untuk dicarikan solusi bagi presiden dan wakil presiden mendatang. Kubu Jokowi - JK , jika terpilih nanti, berencana akan menghapuskan subsidi BBM guna menyelamatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sementara, kubu Prabowo - Hatta tampil beda. Melalui Kardaya Warnika, salah satu tim suksesnya, mengatakan program di sektor energi yakni dengan penghematan subsidi BBM melalui kartu. Cara ini dinilai lebih tepat sasaran.
"Karena pada prinsipnya subsidi itu bukanlah hak melainkan bantuan. Orang yang masih membutuhkan tidak haram diberikan bantuan," tutur Kardaya di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (19/6).
Konsep penerapannya, lanjutnya, ialah masyarakat harus mendaftar terlebih dahulu. Nanti pemerintah akan memverifikasi apakah dia laik atau tidak. Salah satu indikatornya ialah besaran penghasilan.
"Harganya enggak perlu naik bagi masyarakat yang membutuhkan, masih Rp 6.500," sambung Kardaya.
Nantinya pemegang kartu ini diberi kuota konsumsi per bulan. Jika sudah habis, masyarakat dapat mengisi ulang melalui bank mitra kerja sama. "Nanti bisa isi di bank. Pulsa BBM," ucapnya.
Kardaya melanjutkan, program kartu subsidi BBM ini juga dapat menghilangkan praktik penyelundupan BBM bersubsidi. "Penyelundupan hilang, karena harga di SPBU sama dengan harga di luar. Kemudian orang-orang asing dan juga orang-orang kaya jadi tidak dapat memakai BBM bersubsidi, karena dia tidak mengajukan, makanya tidak mendapatkan kartu," tuturnya.
Baca juga:
Menkeu: Kuota BBM 46 juta kiloliter harga mati
Pertamina bakal bangun storage BBM pada 2018
Pertamina Jateng minta warga tak khawatir kekurangan BBM dan gas
Jokowi tidak hapus subsidi BBM hanya batasi penggunanya
Dalam debat, dua capres ogah bahas penaikan harga BBM subsidi