Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalam debat, dua capres ogah bahas penaikan harga BBM subsidi

Dalam debat, dua capres ogah bahas penaikan harga BBM subsidi Faisal Basri. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Prabowo Subianto dan Joko Widodo dinilai luput membahas soal Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam debat calon presiden tadi malam. Padahal BBM subsidi menjadi penyebab anggaran pemerintah defisit.

"Enggak ada yang berani. Tidak populer, kalau ditanya juga enggak ada yang jawab. Jokowi saya rasa akan menghindar," ucap Ekonom Faisal Basri, di Jakarta, Senin (16/6).

Menurut Faisal, menaikkan harga BBM subsidi adalah hal pertama yang harus dilakukan oleh presiden terpilih. Dia berharap, langkah itu bisa diinisiasi lebih dulu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya.

"Kesalahan SBY sudah 3 kali menurunkan harga BBM. Padahal sedikit lagi mencapai keekonomisan. Kalau turunkan subsidi dengan cara lain, ya caranya apa? Ya enggak ada. Harus dinaikkan harga BBM ini," tegasnya.

Dia menambahkan, penaikan harga bakal membuat konsumsi BBM subsidi semakin berkurang. Masyarakat akan semakin berhemat menggunakan BBM subsidi yang harganya semakin mahal.

"Kalau harga murah otomatis orang akan beli BBM lebih banyak."

Di sisi lain, pemerintah tetap harus melindungi rakyat kecil yang terdampak penaikan harga BBM subsidi.  "Caranya? anak sekolah gratis, ke rumah sakit gratis. Turunkan harga pangan, ongkos logistik." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP