Harga suku cadang hambat tarif angkutan turun saat BBM makin murah
Saat ini, kata dia, harga komponen bus masih terbilang mahal.
Pemerintah resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebesar Rp 800 menjadi Rp 5.950 per liter dari Rp 6.700 dan Premium Rp 150 dari sebelumnya Rp 7.300 menjadi Rp 7.150. Harga tersebut akan mulai berlaku per tanggal 5 Januari 2016
Dampak penurunan harga BBM ini juga akan diikuti penurunan sejumlah tarif transportasi umum, salah satunya bus.
Staff Marketing Rosalia Indah Kota Bekasi, Dimas Fhesa Hanendi, mengatakan faktor penurunan harga tiket dipengaruhi oleh harga BBM dan harga suku cadang bus. Saat ini, kata dia, harga komponen bus masih terbilang mahal. Untuk itu, pihaknya masih mengkalkulasikan adanya penurunan harga tiket.
"Kalau BBM turun, tapi harga sparepart tidak turun harganya masih tinggi. Rata-rata semua perusahaan bis untuk kenaikan BBM itu terpengaruh biaya operasional spare part," ujar dia kepada merdeka.com saat ditemu di kantornya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/12).
Kendati demikian, Dimas menegaskan penurunan harga BBM ini tergantung manajemen perusahaan jasa angkutan. Banyak perusahaan angkutan yang memilih untuk menurunkan harga tiket usai penurunan harga BBM.
"Biasanya sih kalau BBM naik tiket ikut naik, kalau BBM turun juga ikut turun. Ada kemungkinan akan turun nanti pas sudah berlaku harga BBM. Turunnya paling sekitaran Rp 10.000 di setiap jenisnya seperti Patas AC ke Solo biasanya Rp 125.000 jadi Rp 115.000. Kalau bis VIP yang tadinya Rp 150.000 jadi Rp 140.000," pungkas dia.
Baca juga:
Ini alasan harga solar turun lebih tinggi dibanding premium
Per 5 Januari, premium turun jadi Rp 7.150 dan solar Rp 5.950/liter
Buruh tuding penurunan harga BBM untuk tutupi kerugian Pertamina
Buruh: Harga BBM turun Rp 300 tak ada efek sama sekali
Jonan: Harga BBM turun bisa diikuti tarif angkutan umum
Menko Rizal: Memang sudah waktunya Premium dan Solar turun
Jika harga BBM cuma turun Rp 300, tak berdampak kurangi beban rakyat