Harga Pangan Nasional Terkini: Telur Ayam Ras dan Cabai Rawit Merah Capai Level Rp32 Ribu dan Rp71 Ribu
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru harga pangan nasional pada Sabtu pagi, dengan telur ayam ras dan cabai rawit merah menjadi sorotan utama.
Pada Sabtu pagi, 18 April, pukul 09.20 WIB, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia merilis data terkini mengenai harga komoditas pangan. Informasi ini penting bagi masyarakat dan pelaku ekonomi untuk memantau stabilitas harga di tingkat eceran. Data ini mencerminkan dinamika pasar pangan di seluruh Indonesia.
Laporan PIHPS menunjukkan beberapa komoditas strategis mengalami pergerakan harga yang signifikan. Telur ayam ras dan cabai rawit merah menjadi fokus utama perhatian publik karena harganya yang cenderung berfluktuasi. Pembaruan harga secara berkala ini membantu konsumen dalam perencanaan belanja harian mereka.
Data yang dilansir di Jakarta ini mencakup berbagai jenis bahan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pemantauan harga pangan nasional ini bertujuan untuk memberikan transparansi informasi. Hal ini juga membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan terkait ketahanan pangan.
Fluktuasi Harga Telur dan Cabai di Pasar Nasional
Menurut catatan PIHPS, harga telur ayam ras pada Sabtu pagi mencapai Rp32.300 per kilogram. Angka ini menunjukkan pergerakan harga yang perlu dicermati oleh konsumen dan pedagang. Ketersediaan pasokan dan permintaan pasar seringkali memengaruhi stabilitas harga komoditas ini.
Sementara itu, cabai rawit merah tercatat berada di harga Rp71.550 per kilogram. Selain cabai rawit merah, PIHPS juga melaporkan harga cabai merah besar sebesar Rp46.300 per kilogram. Cabai merah keriting dihargai Rp45.250 per kilogram, dan cabai rawit hijau mencapai Rp48.950 per kilogram.
Perbedaan harga antara jenis cabai ini menunjukkan variasi dalam penawaran dan permintaan masing-masing varietas. Fluktuasi harga cabai seringkali dipengaruhi oleh faktor cuaca dan musim panen. Kondisi ini dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Harga Bawang dan Beras Tetap Stabil
Komoditas bawang merah dilaporkan berada di harga Rp46.150 per kilogram di tingkat pedagang eceran secara nasional. Bawang putih juga tercatat stabil dengan harga Rp39.950 per kilogram. Kedua komoditas ini merupakan bumbu dapur esensial yang banyak digunakan.
Untuk beras, PIHPS merinci harga berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.600 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II seharga Rp14.550 per kilogram. Beras kualitas medium I mencapai Rp16.100 per kilogram, dan medium II di harga Rp15.950 per kilogram.
Lebih lanjut, beras kualitas super I tercatat Rp17.400 per kilogram, dan beras kualitas super II dihargai Rp16.900 per kilogram. Kestabilan harga beras ini menjadi indikator penting bagi ketahanan pangan. Ketersediaan stok dan distribusi yang lancar sangat mempengaruhi harga beras di pasaran.
Perkembangan Harga Daging, Gula, dan Minyak Goreng
Harga daging ayam ras segar terpantau Rp40.400 per kilogram pada periode ini. Untuk daging sapi, kualitas I mencapai Rp147.700 per kilogram, sementara kualitas II di harga Rp139.850 per kilogram. Daging merupakan sumber protein penting yang harganya selalu menjadi perhatian.
Pada kategori gula, gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.250 per kilogram. Gula pasir lokal juga tersedia dengan harga Rp19.150 per kilogram. Harga gula seringkali dipengaruhi oleh kebijakan impor dan produksi dalam negeri.
Terakhir, minyak goreng curah dihargai Rp20.300 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp23.500 per liter, dan kemasan bermerek II seharga Rp22.650 per liter. Perbedaan harga ini mencerminkan kualitas dan merek produk di pasaran.
Sumber: AntaraNews