LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga minyak kembali turun jelang pertemuan negara OPEC

Prospek membatasi produksi untuk menaikkan harga masih sangat terbatas.

2016-06-02 09:49:20
harga minyak dunia
Advertisement

Harga minyak kembali turun tipis Rabu (Kamis pagi WIB). Penurunan harga terjadi menjelang pertemuan OPEC dan data terbaru tentang persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

Beberapa menteri OPEC mengaku berharap bahwa pasar minyak akan membaik pada semester kedua tahun ini setelah harga terpukul oleh pasokan berlimpah, karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak siap untuk membuka pertemuan enam bulanan pada Kamis di Wina.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, turun sembilan sen menjadi berakhir di USD 49,01 per barel di New York Mercantile Exchange.

Advertisement

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, di hari pertama perdagangannya sebagai patokan Eropa, berada di USD 49,72 dolar AS per barel, turun 17 sen dari penutupan Selasa.

Pertemuan OPEC bertepatan dengan ukuran pasar utama, laporan minyak mingguan Departemen Energi AS, tertunda sehari karena libur pada Senin.

Sebagian besar analis tidak memperkirakan kartel 13 negara akan mengumumkan sebuah tindakan untuk mengurangi produksi, terutama karena harga telah berbalik naik (rebound) hampir 90 persen dari posisi terendah Februari.

Advertisement

OPEC, yang memproduksi sekitar sepertiga dari minyak mentah dunia, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kelebihan pasokan, yang dipimpin oleh Arab Saudi.

"Ada beberapa rumor beredar bahwa mereka dapat mencapai beberapa jenis pagu produksi. Ini membantu mengangkat harga dari posisi terendah mereka hari itu," kata Mike Dragosits dari TD Securities seperti dikutip Antara, Kamis (2/6).

Tim Evans dari Citi Futures mengatakan prospek untuk pembatasan produksi terbatas, sebab Iran masih berniat mendorong produksinya lebih tinggi dan yang lain-lainnya berencana untuk melakukan hal yang sama.

Harga minyak pekan lalu sempat melampaui USD 50 per barel untuk pertama kalinya tahun ini, dibantu oleh gangguan produksi di Kanada dan Nigeria.

Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio del Pino, anggota OPEC, mencatat penghentian produksi mereka adalah peristiwa sementara. "Ini bukan situasi pasar, itu beberapa keadaan," katanya.

Baca juga:
ESDM pastikan harga BBM tak naik sampai Lebaran
Fed Rate diprediksi bertahan, BI optimistis tatap ekonomi kuartal II
Harga minyak dunia kembali turun akibat aksi ambil untung
Dari 6.500 karyawan, Chevron Indonesia cuma butuh 4.880
Tak mau kompromi dengan Saudi, Iran terus genjot produksi minyak

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.