LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga minyak dunia naik usai Saudi putus hubungan dengan Iran

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengancam pasokan minyak.

2016-01-04 12:47:46
minyak dunia
Advertisement

Harga minyak mentah dunia naik di perdagangan Asia setelah produsen utama minyak mentah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini menyusul pertengkaran dengan Teheran atas eksekusi mati seorang ulama Syiah.

Arab Saudi mengumumkan keputusannya pada Minggu, sehari setelah para demonstran menggeledah kedutaannya di Teheran atas eksekusi mati ulama Syiah.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan diplomat Iran memiliki waktu 48 jam untuk meninggalkan kerajaan itu dan pemimpin tertinggi Iran mengatakan Arab Saudi akan menghadapi 'konsekuensi cepat' karena mengeksekusi ulama.

Advertisement

Khawatir pergolakan lebih lanjut di Timur Tengah, Amerika Serikat telah mendesak para pemimpin kawasan itu untuk mengambil langkah-langkah guna menenangkan ketegangan.

Pada sekitar pukul 02.30 GMT, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 48 sen atau 1,30 persen menjadi USD 37,52 per barel, dan minyak mentah Brent untuk Februari diperdagangkan 61 sen atau 1,64 persen lebih tinggi pada USD 37,89 per barel.

"Minyak mengawali tahun baru dengan membaik, karena pasar Asia bereaksi terhadap ketakutan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengancam pasokan minyak," kata Bernard Aw, analis pasar IG Markets di Singapura seperti ditulis Antara, Senin (4/1).

Advertisement

Meski naik, Aw mengatakan bahwa minyak mentah global akan terus-menerus kelebihan pasokan sehingga lebih lanjut menekan harga dalam jangka panjang.

"Kecuali kita melihat penurunan meyakinkan dalam produksi minyak dari kedua negara tersebut dan komunitas produsen minyak yang lebih luas, masalah kelebihan pasokan akan bertahan, yang berarti harga minyak akan tetap di bawah tekanan untuk jangka waktu lama," katanya.

Arab Saudi adalah produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang bulan lalu memutuskan untuk tidak memotong tingkat produksi mereka meskipun harga minyak turun tajam. Iran juga merupakan anggota penting OPEC.

Baca juga:
Ketegangan Arab Saudi vs Iran hantam Rupiah dan Ringgit Malaysia
Marah kedubes dibakar, Saudi putus hubungan diplomatik dengan Iran
Saudi-Iran janji tidak akan perang walau putus hubungan diplomatik
Pasar saham China anjlok parah dipicu 'perang' Saudi lawan Iran
Aksi massa geruduk Kedubes Saudi kecam eksekusi mati ulama Syiah

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.