Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Marah kedubes dibakar, Saudi putus hubungan diplomatik dengan Iran

Marah kedubes dibakar, Saudi putus hubungan diplomatik dengan Iran Juru Bicara Kemenlu Arab Saudi Adel Al Jubeir. ©2016 Merdeka.com/Ahmed Farwan/AFP

Merdeka.com - Kerajaan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Utusan diplomatik Negeri Mullah itu dipersilakan angkat kaki dari jazirah Saudi dalam kurang dari dua hari ke depan.

Kebijakan ini diumumkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir. Saudi kecewa karena pemerintah Iran memprotes keras eksekusi mati ulama Syiah bernama Syekh Nimr al-Nimr. Aparat keamanan Iran juga dianggap tidak bertindak serius menghalangi pembakaran Kedubes Saudi di Teheran akhir pekan lalu.

"Dengan melihat kenyataan ini, kerajaan Saudi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran. Kami telah meminta kepergian delegasi misi diplomatik dari kedutaan dan konsulat dan kantor yang berhubungan dengan itu dalam waktu 48 jam. Duta besar Iran telah dipanggil," kata Jubeir seperti dilansir Aljazeera, Senin (4/1).

Saudi pun bertambah jengkel, karena upaya staf kedubes mereka di Teheran meminta tolong saat massa mulai membakar perabotan, tidak digubris oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Permintaan bantuan secara resmi telah dikirim tiga kali.

Selain membakar perabot di lantai tiga kedubes Saudi, massa Syiah di Iran juga menurunkan bendera kantor konsulat Saudi di Kota Mashhad.

kedubes arab saudi di iran dibakar massa

Kedubes Arab Saudi di Iran dibakar massa ©REUTERS

Jubeir menyatakan negaranya tidak bisa terus berhubungan dengan negara yang berulang kali membiarkan kekerasan dilakukan pada misi diplomatik negara lain. Negeri Petro Dollar itu menyinggung serangan warga Iran ke Kedubes AS pada 1979 serta Kedubes Inggris pada 2011.

"Pemerintah Iran sengaja membiarkan situasi kawasan menjadi tidak stabil serta menabrak norma-norma hubungan internasional," kat Jubeir.

Dengan keputusan tersebut, untuk pertama kalinya Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Situasi Timur Tengah menjadi lebih kacau karena dua negara dominan kini resmi bermusuhan.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait sikap Saudi. Presiden Iran, Hassan Rouhani, kemarin hanya memerintahkan polisi menangkap para pembakar Kedubes. Setidaknya 40 orang dicokok karena aktif memprovokasi massa.

Kendati begitu, pemerintah Iran secara resmi memprotes tindakan Saudi memancung Syekh Nimr.

Nimr dipancung bersama 46 tahanan yang dianggap terlibat jaringan teroris. Berbeda dari narapidana lain yang terbukti bergabung dengan Al Qaidah, Nimr adalah ulama di balik aksi unjuk rasa minoritas Syiah di kawasan timur laut Saudi. Nimr terlibat demonstrasi pada 2011, kemudian ditangkap polisi di Negeri Petro Dollar itu.

Seakan mendukung tindakan para pengunjuk rasa yang merusak kedutaan, Pemimpin Spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menyatakan Saudi telah sengaja memancing keributan. Nimr dianggap sosok yang mengedepankan unjuk rasa damai, bukan aksi terorisme.

"Akan ada pembalasan dari Allah terhadap tindakan rezim Saudi," kata Khamenei dalam pernyataan tertulis di situs pribadinya, seperti dilansir Kantor Berita ISNA, Minggu (3/1).

Unjuk rasa meluas 24 jam terakhir. Protes atas kebijakan Saudi terjadi di Bahrain, memaksa polisi melontarkan gas air mata. Kerusuhan pun terjadi di dalam negeri Saudi. Kepolisian Saudi sampai mengirim kendaraan lapis baja ke Kawasan Qatif, lokasi bermukim warga Syiah paling banyak di kerajaan itu, untuk meredam ketegangan.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP