Saudi-Iran janji tidak akan perang walau putus hubungan diplomatik
Merdeka.com - Diplomat Austria, Sebastian Kurz, mengatakan Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Iran menjamin tidak akan ada ketegangan lanjutan imbas dari eksekusi mati ulama Syiah, Syekh Nimr al-Nimr. Saudi memang memutuskan hubungan diplomatik, tapi tidak akan ada kebijakan lebih serius dari itu.
"Kedua menlu menjamin masing-masing negaranya tidak tertarik meningkatkan eskalasi konflik," kata Kurz seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (4/1).
Negara-negara Barat khawatir protes Iran atas eksekusi mati Nimr oleh Saudi akan mengguncang stabilitas Timur Tengah. Dalam 24 jam terakhir, unjuk rasa warga Syiah pecah di Iran, Bahrain, dan Irak.
Saudi membuat situasi makin panas karena memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Kerajaan Petro Dollar itu tak terima kantor kedutaan mereka di Teheran dibakar massa serta banyak serangan verbal dari pemimpin Iran terhadap eksekusi mati Saudi. Diplomat Iran diberi waktu 48 jam untuk angkat kaki dari Saudi.
Amerika Serikat meminta Saudi menahan diri. Kendati sudah terlanjut memutus hubungan diplomatik, Riyadh ke depan diminta AS melakukan langkah-langkah politik yang lebih sejuk.
"Kami akan terus mendesak para pemimpin di seluruh wilayah itu untuk mengambil langkah-langkah afirmatif guna menenangkan ketegangan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby.
Iran, kendati tidak mau memperpanjang masalah, masih terus menyerang Saudi atas eksekusi mati Syekh Nimr. Teheran menyatakan Saudi kini menjadikan dirinya sendiri target serangan kaum militan.
"Dengan memutuskan untuk memutus hubungan (diplomatik), Arab Saudi tidak dapat membuat (dunia) lupa kesalahan besarnya, yaitu mengeksekusi seorang ulama," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya