Harga minyak dunia anjlok usai sepekan naik berturut-turut
Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB) usai sepekan menguat. Hal ini disebabkan para investor khawatir tentang kenaikan produksi minyak mentah Amerika Serikat.
Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB) usai sepekan menguat. Hal ini disebabkan para investor khawatir tentang kenaikan produksi minyak mentah Amerika Serikat.
Dikutip Antara, Selasa (18/7), dari data Badan Informasi Energi AS (EIA), produksi minyak serpih atau shale oil di beberapa daerah AS meningkat 113.000 barel per hari. Kenaikan produksi AS membuat investor khawatir bahwa usaha-usaha yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menguras pasokan minyak global mungkin tidak cukup efektif.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun USD 0,52 menjadi menetap di USD 46,02 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, merosot USD 0,49 menjadi ditutup pada USD 48,42 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak telah meningkat selama lima hari berturut-turut pada pekan lalu, didukung oleh meningkatnya permintaan minyak global.
Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan prospek kuat untuk permintaan minyak global dengan mengatakan bahwa konsumsi di Tiongkok, Jerman dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah negara itu turun 7,6 juta barel selama pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang turun 2,9 juta barel.
Para analis mengatakan laporan-laporan terakhir membantu meredakan kekhawatiran pasar akan kelebihan pasokan global.
Baca juga:
Tingkatkan konsumsi gas, pemerintah harus beri insentif ke industri
Konsumsi BBM Jawa Tengah terbanyak saat musim Lebaran 2017
Harga minyak dunia naik didorong meningkatnya pasokan AS
Produksi tak tentu, LNG dalam negeri belum sepenuhnya laku
Produksi melimpah, ESDM pede Indonesia tak perlu impor gas pada 2019
Harga minyak dunia naik dua hari berturut-turut
DKI dan Jabar sepakati participating interest migas 10 persen