Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga minyak dunia naik dua hari berturut-turut

Harga minyak dunia naik dua hari berturut-turut Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia berakhir bergerak naik dalam dua hari berturut-turut pada Selasa (Rabu pagi WIB). Kenaikan harga terjadi karena data pemerintah menunjukkan produksi minyak Amerika Serikat diperkirakan akan menurun pada tahun depan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Selasa (11/7) memperkirakan bahwa pengeboran minyak AS akan menghasilkan 9,9 juta barel per hari pada 2018, lebih rendah dari perkiraan bulan lalu sebesar 10 juta barel per hari.

Sementara itu, melemahnya nilai tukar dolar AS (USD) juga memacu sentimen pasar minyak yang dihargakan dalam USD.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 64 sen menjadi USD 45,04 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, naik 64 sen menjadi ditutup pada USD 47,52 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sehari sebelumnya, pada Senin (Selasa pagi WIB), harga minyak dunia juga naik setelah mengalami penurunan tajam pada pekan lalu.

Harga minyak berada di bawah tekanan pada minggu lalu, karena data menunjukkan produksi minyak AS meningkat. Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan pada Jumat (7/7) bahwa jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif naik tujuh rig menjadi 763 rig minggu lalu.

Para analis mengatakan meskipun harga minyak rebound pada Senin (10/7), investor masih sangat khawatir dengan meningkatnya aktivitas pengeboran AS, karena akan mengimbangi beberapa upaya penurunan produksi oleh produsen-produsen minyak utama, khususnya OPEC dan Rusia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP