Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga minyak dunia naik didorong meningkatnya pasokan AS

Harga minyak dunia naik didorong meningkatnya pasokan AS Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia kembali naik penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Kenaikan harga terjadi karena data pemerintah menunjukkan persediaan minyak AS turun lebih besar dari yang diperkirakan minggu lalu.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu (12/7) bahwa persediaan minyak mentah negara itu turun 7,6 juta barel selama pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi pasar turun 2,9 juta barel.

Para analis mengatakan, data persediaan terbaru membantu meredakan kekhawatiran pasar mengenai kelebihan pasokan global dan mendukung harga minyak pada Rabu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 45 sen menjadi menetap di USD 45,49 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, naik 22 sen menjadi ditutup pada USD 47,74 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Mohammed Barkindo optimis penurunan stok minyak lebih lanjut akan menaikkan harga pada paruh kedua tahun ini.

"Ini merupakan paruh pertama tahun ini yang sangat menantang, tapi kami terus maju dan kami solid dalam keputusan kami tentang pelaksanaannya," ucap Barkindo mengatakan pada sebuah sesi di Kongres Minyak Dunia ke-22 di Istanbul seperti ditulis Antara.

Dia mengatakan para produsen telah menghadapi headwinds karena penurunan permintaan musiman (siklikal) serta kenaikan kembali pasokan dari para produsen non-OPEC, khususnya Amerika Serikat yang menghasilkan minyak serpih.

"Kombinasi ini sangat berdampak pada pasar minyak dunia," tambahnya.

Ketua OPEC menyatakan komitmen kuat untuk kesepakatan-kesepakatan penting yang dibuat tahun lalu oleh produsen-produsen OPEC dan non-OPEC untuk memangkas produksi mereka masing-masing sebesar 1,2 juta barel dan 558.000 barel per hari guna meningkatkan harga minyak.

"Anda telah melihat tingkat kesesuaian yang sangat tinggi oleh anggota OPEC dan non-OPEC yang juga belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga lebih daripada seratus persen kesesuaian sedang diambil kedua kelompok ke depan," kata dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP