LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, OJK Bakal Perkuat Sektor Unggulan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, meski perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja positif, namun masih banyak tantangan yang akan dihadapi, salah satunya dari faktor eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

2019-08-12 13:10:19
OJK
Advertisement

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, meski perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja positif, namun masih banyak tantangan yang akan dihadapi, salah satunya dari faktor eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

"Tantangan dari perlambatan ekonomi global ini masih akan mewarnai perkembangan ekonomi domestik dan juga tentunya kinerja pasar modal kita ke depan. Untuk itu, kita semua harus merespons dinamika ini dengan cepat dan tepat," kata Wimboh dalam Peringatan HUT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (12/8).

Untuk menyikapi berbagai tantangan tadi, kita memerlukan New Engine of Growth dari sektor-sektor unggulan yang diharapkan dapat meng-address tantangan ekonomi RI. Seperti mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan, mendorong ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan memberdayakan UMKM, meningkatkan tax based, dan juga ramah lingkungan mendukung pencapaian SDGs.

Advertisement

"Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan 5 sektor unggulan untuk meng-address tantangan ekonomi kita tadi. Lima sektor unggulannya, yaitu sektor pariwisata, perikanan, agribisnis, manufaktur dan pertambangan," ujarnya.

Dalam mendukung pengembangan 5 sektor ini, pemerintah memiliki komitmen besar untuk menyediakan infrastruktur publik pendukung, simplifikasi dan percepatan perizinan serta kepastian hukum, memfasilitasi adopsi teknologi terbaru untuk mendukung produktifitas, dan insentif perpajakan bagi investasi dan pengembangan SDM.

"Berbagai upaya Pemerintah tadi tentunya membutuhkan peran besar dari sektor keuangan, khususnya industri Pasar Modal dalam menyediakan sumber pembiayaannya," terangnya.

Advertisement

Dengan besarnya tuntutan terhadap peran dari Pasar Modal, upaya pendalaman pasar modal menjadi sangat penting, baik dari sisi supply, demand maupun penyempurnaan infrastruktur. Dari sisi supply menyebutkan bahwa variabilitas instrument yang customized dengan profile investor, antara lain meliputi variabilitas instrumen sekuritisasi, syariah based dan juga green/blue financing (SDGs), serta meningkatkan basis jumlah emiten.

Sedangkan dari sisi demand menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah investor pasar modal melalui kerja sama antar sektor keuangan dan edukasi/sosialisasi, serta perkembangan investor institusi. Selain itu dari sisi infrastruktur pasar modal yaitu mengadopsi teknologi untuk menjadikannya lebih reliable, mudah, cepat dan transparan.

"Upaya-upaya tersebut tentu harus dilengkapi dengan adanya sinergi yang baik dengan berbagai pihak serta penguatan fundamental emiten melalui penerapan manajemen risiko dan juga tata kelola yang baik," tandasnya.

Reporter Magang: Evie Haena Rofiah

Baca juga:
Belum Turunkan Suku Bunga, BI Masih Waspada Terhadap Dampak Perang Dagang
Di HUT BEI ke-42, Bos OJK Sebut Ekonomi Indonesia Masih Positif
Investasi Jadi Andalan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi Global
BI Akui Ada Perlambatan di Sektor Riil Akibat Perang Dagang AS-China
Rp1.669 T Raib dari Kantong 500 Orang Terkaya dalam Sehari, Kok Bisa?
Menko Darmin Nilai Pelemahan Rupiah Akibat China Devaluasi Yuan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.