Belum Turunkan Suku Bunga, BI Masih Waspada Terhadap Dampak Perang Dagang
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) masih akan menerapkan kebijakan yang sifatnya akomodatif. Keputusan ini menyesuaikan dengan ketidakpastian perekonomian global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di domestik. Sebab itu, BI akan melonggarkan kebijakan-kebijakannya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, belum dipastikan kapan kebijakan ini akan diterapkan. Sebab, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China masih terus berlanjut, sehingga BI harus hati-hati dalam mengambil langkah dan mempertimbangkan resiko ke depannya.
"Sebentar lagi akan ada rapat dewan gubernur. Jadi kita masih menunggu waktu yang tepat. Timing ini jadi penting karena berkaitan dengan apa resiko yang akan kita hadapi ke depan," ujar Dody di gedung Bank Indonesia, Senin (12/8).
Dia melanjutkan, resiko penurunan suku bunga lebih condong pada kondisi global. Namun, BI akan berusaha memberi kebijakan yang mendorong sektor prioritas agar ekonomi inklusif Indonesia bisa tumbuh.
Penurunan suku bunga jadi salah satu kebijakannya. Dengan kata lain, ketika suku bunga turun, maka suku bunga kredit juga akan tumbuh dan bisa mendorong masyarakat untuk melakukan kredit bagi usaha mereka. Selain itu, BI juga siap mendukung sektor pembayaran digital agar lebih efisien.
"Kebijakan mendorong sektor pembayaran digital akan berdampak baik bagi UMKM di Indonesia, sehingga ekonomi inklusif akan tercapai dan ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik," tutupnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya