Gubernur Ajak Sinergi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara yang Positif
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengajak seluruh pihak bersinergi menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang tercatat positif pada Triwulan IV 2025 dan berkelanjutan.
Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak swasta, dan masyarakat. Ajakan ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah yang positif dan berkelanjutan di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Yulius di Manado pada Minggu, menyoroti capaian ekonomi yang menggembirakan berdasarkan data resmi. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.
Langkah ini diambil menyusul rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara pada 5 Februari 2026, yang menunjukkan kinerja ekonomi impresif pada Triwulan IV 2025. Data tersebut menjadi landasan bagi Gubernur untuk menekankan perlunya komitmen bersama dalam menjaga momentum positif ini.
Capaian Gemilang Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara 2025
Berdasarkan data resmi BPS Sulawesi Utara yang dirilis pada 5 Februari 2026, perekonomian provinsi ini menunjukkan performa yang kuat. Pada Triwulan IV tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2025 tercatat sebesar Rp113,66 triliun.
Secara kumulatif, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2024, menandakan peningkatan signifikan sepanjang tahun. Angka ini menunjukkan resiliensi dan potensi ekonomi daerah yang terus berkembang di tengah dinamika global.
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan IV 2025 secara tahunan (y-on-y) mencapai 5,95 persen. Sementara itu, secara kuartalan (q-to-q), ekonomi tumbuh 7,02 persen, didorong oleh lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen serta pertumbuhan pesat sektor jasa lainnya yang mencapai 20,61 persen.
Sektor Pendorong Utama Kinerja Ekonomi Daerah
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan IV 2025 tidak terlepas dari kontribusi signifikan beberapa sektor kunci. Belanja pemerintah yang melonjak 21,75 persen menjadi salah satu pendorong utama, menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal daerah dalam stimulus ekonomi.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 20,67 persen. Angka ini mencerminkan kebangkitan pariwisata dan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sulawesi Utara, yang memberikan dampak positif pada pendapatan masyarakat.
Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi motor utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 9,97 persen, menunjukkan kapasitas produksi yang meningkat. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri mencapai 28,42 persen, menandakan daya saing produk-produk unggulan Sulawesi Utara di pasar global semakin kuat.
Komitmen Bersama untuk Keberlanjutan dan Pemerataan Manfaat
Meskipun mencatatkan pertumbuhan yang positif, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak cepat berpuas diri. "Kami mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas," ujarnya, menekankan pentingnya menjaga momentum dan terus berinovasi.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara saat ini sudah berada di jalur yang baik. Namun, ia mengingatkan bahwa tugas bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat," kata Gubernur. Ajakan ini menjadi seruan untuk kolaborasi berkelanjutan demi kesejahteraan bersama dan pembangunan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Utara.
Sumber: AntaraNews