Gorontalo Utara Siap Jadi Pusat Hilirisasi Ternak Ayam, Pemasok Utama Luar Jawa
Bupati Gorontalo Utara menegaskan kesiapan daerahnya menjadi pemasok komoditas ayam dari luar Jawa melalui program hilirisasi ternak ayam terintegrasi, menjanjikan kemandirian ekonomi.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, baru-baru ini menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjadi pemasok utama komoditas ayam dari luar Pulau Jawa. Pernyataan ini menandai langkah strategis Gorontalo Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Program hilirisasi ternak ayam terintegrasi diharapkan dapat mewujudkan kemandirian ekonomi lokal.
Kesiapan ini diwujudkan melalui penyediaan lahan serta skema kerja sama dengan pihak Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan mitra lokal. Inisiatif ini juga didukung oleh kunjungan lapangan Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro dan Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh Hendra Wibawa terkait melihat kesiapan daerah ini. Mereka meninjau langsung potensi dan kesiapan infrastruktur di Gorontalo Utara.
Dari total dua belas titik pengembangan industri terintegrasi secara nasional, lima di antaranya berlokasi di Gorontalo Utara. Lokasi strategis ini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pengembangan Day Old Chick (DOC), bibit ayam, pembesaran ayam, pabrik pakan, hingga Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Hal ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam menggarap potensi peternakan ayam.
Pengembangan Industri Terintegrasi dan Kemitraan Strategis
Bupati Thariq Modanggu menegaskan bahwa lima titik pengembangan industri terintegrasi di Gorontalo Utara mencakup spektrum produksi yang luas. Ini meliputi pengembangan bibit ayam (DOC), pembesaran ayam, pabrik pakan, hingga fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Ketersediaan lahan dan model kerja sama telah disiapkan untuk menopang program besar ini.
Skema pengembangan industri hilirisasi ternak ayam ini akan mengandalkan kerja sama dengan Danantara dan mitra lokal, bukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menarik investasi swasta dan membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga akan dihidupkan kembali agar menjadi bagian dari proyek hilirisasi ternak ayam.
Pemerintah daerah tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga berkomitmen penuh untuk bekerja sama demi memastikan ekosistem hilirisasi ini memberikan dampak positif. Dampak tersebut diharapkan dapat dirasakan secara signifikan oleh daerah dan masyarakat Gorontalo Utara. Kesiapan ini mencakup pemanfaatan lahan di Wilayah Kecamatan Tomilito, termasuk ketersediaan fasilitas RPH.
“Kami segera membahas ini lebih lanjut dalam skema kerja sama,” kata Bupati Thariq Modanggu, menekankan urgensi dan keseriusan pemerintah daerah. Program ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan protein hewani berupa ayam dan telur, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Keterlibatan masyarakat akan difasilitasi melalui koperasi desa, UMKM, BUMD, Bumdes, dan Bumdesma.
Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga Pakan
Keberadaan industri hilirisasi ternak ayam di Gorontalo Utara memiliki potensi besar untuk menstabilkan harga jagung, salah satu bahan baku utama pakan. Dengan adanya pabrik pakan lokal, jagung yang diproduksi tidak hanya akan dikirim ke luar daerah, tetapi juga dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan pakan di Gorontalo Utara. Ini akan menciptakan nilai tambah signifikan bagi petani jagung lokal.
Selain jagung, industri pakan juga membutuhkan bahan baku lain yang beragam. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana untuk mendorong masuknya investor guna memanfaatkan potensi kelautan yang melimpah di Gorontalo Utara. Potensi ini bisa menjadi sumber bahan baku alternatif untuk pakan, mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas.
Infrastruktur pendukung juga menjadi keunggulan Gorontalo Utara dalam program hilirisasi ini. Thariq Modanggu menyebutkan bahwa daerah ini memiliki dua pelabuhan, termasuk satu pelabuhan internasional. Fasilitas pelabuhan ini akan menjadi bagian krusial dari ekosistem hilirisasi terintegrasi, memfasilitasi distribusi dan logistik.
“Prinsipnya pemerintah daerah siap mendukung cepat setiap program dan tahapan yang akan dibuat oleh Danantara,” imbuhnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi program hilirisasi ternak ayam, demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara. Dukungan penjaminan dari pemerintah daerah juga akan diberikan kepada UMKM dan koperasi desa yang mengembangkan usaha.
Sumber: AntaraNews