Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah Digelar, Stabilkan Harga Jelang Hari Besar
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menstabilkan harga dan mengendalikan inflasi daerah. Simak daftar komoditas yang dijual murah!
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) telah menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis. Kegiatan ini bertujuan utama menstabilkan harga pangan serta mengendalikan laju inflasi di wilayah tersebut. Pelaksanaan GPM ini dilakukan menjelang hari besar keagamaan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bangka Tengah, Dian Akbarini, GPM ini merupakan bagian dari program nasional. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi landasan utama kegiatan serentak ini. GPM dilaksanakan di Lapangan Milenial Adhyaksa, Koba.
Dian Akbarini menjelaskan bahwa GPM dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Inisiatif ini mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan. GPM diharapkan dapat menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat.
Strategi Pemerintah Kendalikan Inflasi Daerah
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah merupakan instrumen penting. Kegiatan ini berperan menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan serta memastikan harga tetap terjangkau oleh masyarakat luas. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Pelaksanaan GPM ini tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pokok semata. Namun, juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah yang kerap meningkat menjelang perayaan hari besar keagamaan. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat tetap terjaga.
Dian Akbarini menegaskan bahwa GPM adalah respons aktif pemerintah terhadap fluktuasi harga. Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif langsung kepada warga. GPM diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Beragam Komoditas Pangan Harga Terjangkau Tersedia
Dalam Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah, berbagai komoditas pangan esensial dijual dengan harga di bawah pasaran. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan lebih hemat. Ketersediaan barang yang cukup juga menjadi perhatian utama.
Beberapa komoditas unggulan yang tersedia antara lain beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram dengan total 1.750 kilogram. Minyakita dijual Rp15.000 per liter sebanyak 1.320 liter, serta minyak goreng merek Fortune Rp19.000 per liter sebanyak 36 liter. Ini menunjukkan upaya pemerintah menyediakan alternatif harga yang kompetitif.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli cabai merah keriting seharga Rp40.000 per kilogram (30 kilogram) dan cabai rawit merah Rp95.000 per kilogram (15 kilogram). Bawang merah tersedia Rp45.000 per kilogram (80 kilogram), telur ayam Rp28.000 per kilogram (151 kilogram), gula PSM Rp17.500 per kilogram (60 kilogram), serta tepung terigu Rp11.500 per kilogram (36 kilogram). Daftar harga ini menunjukkan variasi produk yang ditawarkan.
Pemberdayaan UMKM dan Rencana GPM Mendatang
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya terbatas pada penjualan bahan pangan pokok. Kegiatan ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perikanan. UMKM Kelompok Wanita Tani serta berbagai produk pangan olahan turut serta memperluas manfaat kegiatan.
Keterlibatan UMKM ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh beragam produk pangan. Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau. Ini sekaligus menjadi ajang promosi bagi produk lokal Bangka Tengah.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah merencanakan pelaksanaan GPM sebanyak enam kali sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, dua kegiatan GPM telah berhasil dilaksanakan. Dian Akbarini berharap kegiatan ini dapat terus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. Masih ada empat kali GPM yang akan digelar.
Sumber: AntaraNews