Genjot Penjualan, Industri Farmasi Gencar Manfaatkan Platform E-Commerce
Seiring masuknya era industri 4.0, sektor industri harus mulai memanfaatkan platform jual beli online (e-commerce) dalam rangka menggenjot penjualannya. Hal ini tidak terkecuali di industri farmasi.
Seiring masuknya era industri 4.0, sektor industri harus mulai memanfaatkan platform jual beli online (e-commerce) dalam rangka menggenjot penjualannya. Hal ini tidak terkecuali di industri farmasi.
Presiden Direktur PT Meccaya Pharmaceutical, Ricky Surya Prakasa mengatakan, di era digital seperti saat ini, industri farmasi memiliki segmen pasar baru yang mendominasi yaitu kaum muda atau generasi milenial. Karakter konsumen baru ini dinilai sangat menarik bagi industri karena dinamis dan mobile, dengan didukung ragam layanan online yang ada.
"Era sekarang pastinya sudah sangat jauh berbeda dengan 10-20 tahun sebelumnya. Pangsa pasar atau konsumen pun sudah mulai berubah," ujar dia di Jakarta, Kamis (1/8).
Untuk meraih pangsa pasar generasi milenial ini, lanjut Ricky, pihaknya bekerja sama dengan distributor dan retail modern untuk memasarkan produk-produknya melalui platform e-commerce.
"Dari sisi distribusi, walaupun belum memanfaatkan digital e-commerce secara langsung, namun rekanan retail modern dan tradisional Meccaya Pharmaceutical telah banyak memanfaatkan e-commerce sehingga produk Salep Kulit 88 maupun Krim Anti Jamur 88 sudah banyak tersedia online," jelas dia.
Dari sisi penjualan, kata Ricky, pada semester I 2019 Meccaya Pharmaceutical mampu mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sedangkan secara tahunan, pada 2019 ini ditargetkan penjualan mampu tumbuh 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Faktor pendorong pertumbuhan ini tidak lain karena adanya kontribusi penjualan dari produk baru dan penambahan dari pengalokasian budget promosi di digital branding," kata dia.
Pada tahun ini, Meccaya Pharmaceutical melalui produk Salep Kulit 88 meraih penghargaan Superbrands 2019 untuk kategori Antifungal. Hal berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh A.C Nielsen di 6 kota besar termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan dan Makassar.
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Lakukan Inovasi, Produsen Farmasi Harap Pemerintah Beri Insentif Pajak
Dexa Group Incar Ekspor 15 Juta Tablet Obat Diabetes ke Polandia
Laba Meningkat di 2018, Kimia Farma Sebar Deviden Rp 83,8 Miliar
Saham Phapros Dinilai Bakal Meningkat Setelah Diakuisisi Kimia Farma
Kemenperin Target Pertumbuhan Konsumsi Kaca Industri Farmasi Capai 5 Persen
Airlangga Resmikan Pengoperasian Mesin Baru Industri Kaca Farmasi