LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Genjot Ekspor, Menteri Airlangga Minta Industri Otomotif Garap Pasar Sedan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas hingga akhir tahun dapat mencapai USD 130,74 miliar. Jumlah ini naik sebesar 4,51 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 125,10 miliar.

2018-12-19 17:29:29
ekspor impor
Advertisement

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas hingga akhir tahun dapat mencapai USD 130,74 miliar. Jumlah ini naik sebesar 4,51 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 125,10 miliar.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan saat ini ekspor produk industri pengolahan nonmigas telah memberikan kontribusi sebesar 72,28 persen dari total ekspor 2018. Hal ini menandakan produk lokal dalam negeri mampu berdaya saing di pasar global.

"Industri pengolahan kontribusinya kepada ekspor itu 72,28 persen. Dan ekspor kita (diperkirakan) sebesar USD 130,74 miliar," kata Menteri Airlangga dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/12).

Advertisement

Menteri Airlangga mengatakan, untuk menggenjot nilai ekspor, maka yang dibutuhkan salah satunya adalah mendorong industri otomotif. Terutama jenis mobil sedan. "Di dunia itu 80 persen perdagangan mobil adalah sedan. Sedangkan yang dikembangkan di Indonesia adalah SUV dan MPV. Kalau kita mau menaikkan kue maka kita harus masuk di kue yang besar," katanya.

Dia menambahkan, sebetulnya upaya tersebut cukup sederhana. Tinggal bagaimana pabrikan yang memiliki kapasitas produksi lebih dipacu kembali. Sehingga pangsa pasar ekspor roda empat ke depan memiliki cakupan yang luas. Dengan demikian, maka nilai ekspor industri akan jauh lebih besar.

"Kita bicara industri otomotif punya kapasitas lebih. Artinya apa kalau punya kapasitas lebih ya kita tinggal pacu saja untuk penuhi ekspor. Apa yang sedang mau kita lakukan adalah bagaimana sisa kapasitas ini kita pakai untuk produksi sedan," jelasnya.

Advertisement

Baca juga:
Bukan Minyak, Ini Penyebab Neraca Perdagangan RI Defisit Versi Wapres JK
Wapres JK Minta Peningkatan Ekspor ke AS Hingga Australia, Ini Caranya
Pemerintah Kaji Kebijakan Baru Dorong Ekspor RI
Ini Daftar Target Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Depan
Ekspor Perikanan Naik Hingga Oktober 2018, Paling Banyak ke AS dan China
BPS Sebut Defisit Neraca Perdagangan November 2018 Terparah Dalam 5 Tahun
Hingga November 2018, Impor Indonesia Naik Drastis 22,18 Persen

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.