Pemerintah Kaji Kebijakan Baru Dorong Ekspor RI
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah saat ini telah mengkaji kebijakan baru untuk mendorong peningkatan ekspor. Salah satu yang tengah diupayakan adalah diversifikasi ekspor.
"Diversifikasi ekspor tetap jalan tetapi kita masih mencari juga kebijakan-kebijakan baru untuk mendorong ekspor," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/12).
Menko Darmin melanjutkan, penurunan ekspor yang terjadi pada November sebesar 6,69 persen menjadi USD 14,43 miliar, tidak hanya disebabkan oleh perang dagang. Namun, karena ada beberapa sebab lain seperti respons terhadap ekspor CPO.
"Jadi gini, ekspor kita kelihatannya bukan sekadar karena perang dagang, tapi termasuk perang dagang. Kalau lihat ekspor kita ke AS turun, China turun, dua-duanya turun, tetapi Jepang naik," jelasnya.
"Kemudian ekspor kita ke India nomor empat, turunnya banyak jauh lebih banyak dibandingkan ke China dan AS. Ada karena perang dagang, tetapi reaksi dari negara-negara tertentu, misalnya, atas CPO kita yang telalu mendominasi di negaranya dia bikin bea masuk gede-gede," sambungnya.
Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, penurunan ekspor bulan lalu tidak dipicu oleh stuktural ekonomi RI yang lemah. Tetapi lebih kepada respons negara tujuan ekspor atas beberapa kondisi global yang terjadi.
"Jadi ini adalah bukan karena struktural ekonomi kita yang lemah, tetapi respons dari beberapa peristiwa perang dagang dan menghambat CPO terlalu cepat."
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya