Genjot ekspor, Kemendag gandeng Kemenlu tindaklanjuti rencana perjanjian dagang
Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, meminta para duta besar untuk aktif menindaklanjuti rencana perjanjian dagang dengan Indonesia. Hal ini sebagai solusi tertinggalnya kinerja ekspor dari negara tetangga yang dikecam Presiden Joko Widodo. Dia juga memberikan informasi mengenai komoditas Indonesia.
Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, meminta para duta besar untuk aktif menindaklanjuti rencana perjanjian dagang dengan Indonesia. Hal ini sebagai solusi tertinggalnya kinerja ekspor dari negara tetangga yang dikecam Presiden Joko Widodo.
"Ini kan kesempatan rapat kerja dengan para duta besar, konsulat jenderal perwakilan di luar negeri. Banyak hal yang saya minta tolong untuk membantu menindaklanjuti rencana perjanjian kerja sama kita," kata Menteri Enggar saat di Gedung Utama Kemenlu, Jakarta Pusat, Selasa (13/2).
Rapat kerja, lanjut dia, juga membahas mengenai isu-isu perdagangan yang harus diantisipasi. Selanjutnya, Menteri Enggar juga memberikan informasi mengenai komoditas apa saja yang dimiliki Indonesia.
Sementara itu, Menteri Enggar juga mendapatkan dukungan dalam hubungan bilateral oleh kemenlu. Dukungan ini diberikan sebagai upaya dalam meningkatkan jumlah ekspor di Indonesia.
"Saya merasakan sekali bantuan dan dukungannya dari Kemenlu. Karena kalau tidak, kita tak akan tahu. Ekspor kita tak akan kayak gini," jelasnya.
Baca juga:
Ekspor CPO lesu, target pungutan kelapa sawit hanya Rp 11 T di 2018
Italia dukung minyak sawit RI masuk Eropa, ini keistimewaan CPO Indonesia
Satgas Pangan kaji aturan wajib tanam bawang putih kepada importir
Genjot ekspor sumber kekesalan Jokowi, Kemendag 'contek' regulasi negara pesaing
Jokowi soal nilai ekspor RI rendah: Kita monoton, dengan Vietnam saja kalah
4 Komoditi ini bisa dihasilkan di Indonesia, namun masih diimpor pemerintah
Pengusaha khawatir impor besi dan baja lumpuhkan industri dalam negeri