Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi soal nilai ekspor RI rendah: Kita monoton, dengan Vietnam saja kalah

Jokowi soal nilai ekspor RI rendah: Kita monoton, dengan Vietnam saja kalah Jokowi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada para bawahannya agar serius menggarap pasar-pasar non tradisional. Melalui pasar ini, Jokowi ingin mendongkrak nilai ekspor. Jokowi menyebut, meski Indonesia masuk peringkat ketiga besar di G20 atau 'Group of Twenty', setelah India dan China, nilai ekspor Indonesia masih kalah dari negara lain yang berada di bawahnya.

Sepanjang tahun 2017, nilai ekspor Indonesia hanya mencapai USD 168,7 miliar, sementara nilai ekspor Thailand sebesar USD 231 miliar, Malaysia sebesar USD 184 miliar, dan Vietnam sebesar USD 160 miliar.

"Kita monoton, nggak pernah melakukan terobosan. Dengan Vietnam, kalah. Masa mau kita teruskan?" ucapnya di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (12/2).

Karena itu, Jokowi meminta kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk gencar membuat pameran secara besar-besaran di pasar internasional.

"Tapi saya minta kalau pameran jangan di pojok dengan toilet. Ini kita negara besar, kalau mau kita di depan gerbang," sambung Jokowi.

Tak hanya menggenjot nilai ekpor, Jokowi juga berpesan agar para pembantunya fokus meningkatkan investasi. Jokowi tak ingin hanya nilai ekspor yang mengalami perbaikan namun tidak diikuti dengan perbaikan nilai investasi. Sebab, dua kunci pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan nilai ekspor dan investasi.

"Saya mau ada perubahan baik di bidang ekspor atau investasi. Sudah saya sampaikan di depan menteri-menteri, nggak mau saya begitu lagi (tidak ada perubana nilai ekspor dan investasi). Pertumbuhan ekspor kita naik, investasi naik, tapi nggak mau kalah dengan negara-negara tersebut," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP