Genjot Ekonomi Lampung, Pemerintah Bakal Bangun Bakauheni Harbour City
Pemerintah akan membangun proyek Bakauheni Harbour City untuk meningkatkan perekonomian di kawasan pariwisata Bakauheni. Proyek strategis ini memiliki potensi besar untuk menciptakan hub pariwisata di Lampung. Apalagi, kawasan Bakauheni memiliki ragam objek wisata sejarah, alam dan pariwisata minat khusus.
Pemerintah akan membangun proyek Bakauheni Harbour City untuk meningkatkan perekonomian di kawasan pariwisata Bakauheni. Proyek strategis ini memiliki potensi besar untuk menciptakan hub pariwisata di Lampung. Apalagi, kawasan Bakauheni memiliki ragam objek wisata sejarah, alam dan pariwisata minat khusus.
"Wilayah Bakauheni ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu hub pariwisata Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan," kata Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ira Puspadewi dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (27/11).
Ira menyebut pelabuhan ini akan dibangun seluas 214 hektar. Selain pelabuhan, akan dibangun Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest. Semua itu akan dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, dan taman bermain di dalam kawasannya.
Dia ingin agar kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Bukan hanya menjadi pelabuhan penyeberangan yang berkontribusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang per tahunnya.
Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kawasan tersebut juga bisa digunakan sebagai lahan hortikultura. Serupa dengan yang dibangun di daerah Toba sehingga dapat menjadi penopang kebutuhan pangan di Indonesia.
Rencana tersebut sesuai dengan keinginan Pemerintah Provinsi Lampung yang memiliki lahan perkebunan dengan ketinggian 700-1200 kilometer di atas laut. "Saya berharap pembangunan transportasi dan infrastruktur di wilayah ini dapat berjalan lancar dan segera selesai. Perlu diingat bahwa semua pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi dan efisien," kata Luhut.
Baca juga:
Hipmi Minta Kemenhub Terapkan Konsep Si Andalan untuk Pengurusan Izin di Pelabuhan
SPIL Kolaborasi dengan GoPay Permudah Pembayaran Dokumen Bongkar Muat
Bos Pelindo II Sebut Merger Perusahaan Pelabuhan Bisa Pangkas Biaya Logistik
Pelabuhan di Danau Toba Diusulkan Pakai Nama Nenek Moyang 'Muliaraja', Ini Alasannya
Data BPS: Jumlah Penumpang Kapal Laut Capai 1,2 Juta Orang di November 2020
Biaya Logistik Naik Saat Pandemi, Strategi Kemenhub Percepat Dwelling Time Pelabuhan