LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Gara-gara ekonomi RI, DPR belum setujui asumsi RAPBN 2017

Asumsi pertumbuhan ekonomi saat ini berbeda dengan pidato kenegaraan Presiden Jokowi.

2016-09-13 19:38:07
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menunda persetujuan asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Penyebab penundaan persetujuan ini adalah tak sepakatnya asumsi pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi tahun depan masih menjadi perdebatan. Di mana pemerintah telah mematok pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen tahun depan.

Namun, Banggar telah menyetujui asumsi-asumsi makro lainnya yaitu inflasi 4 persen, suku bunga SPN tiga bulan 5,3 persen, nilai tukar Rupiah Rp 13.300 per USD, pengangguran 5,6 persen, kemiskinan 10,5 persen, indeks gini ratio 0,39 dan Indeks Pembangunan Manusia 70,1.

Advertisement

"Untuk poin pertumbuhan ekonomi kita tunda dulu hingga esok hari karena membutuhkan pendalaman," kata Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9).

Asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok 5,1 persen dalam Rancangan APBN 2017 dipertanyakan pada anggota Banggar. Sebab, asumsi ini berbeda dengan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang dipatok 5,3 persen.

"Apakah asumsi yang disampaikan masukan dari bapak Presiden? kok begitu cepat berubah baru 1 bulan, asumsinya ke 5,1 persen," ujar Anggota Banggar dari Fraksi PAN Sungkono.

Advertisement

Sementara itu, Anggota Banggar Fraksi Golkar Ridwan Bae mengatakan perubahan ini dapat mempengaruhi nama baik Presiden Jokowi karena tidak konsisten dalam menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi.

"Dari pidato presiden disampaikan 5,3 persen sampai sini jadi 5,1 persen bisa mempengaruhi nama baik Presiden bahkan di mata dunia," kata Ridwan.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan perubahan pertumbuhan 5,3 persen sudah dikonsultasikan dalam internal presiden. Menurutnya, perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi 2017 tersebut melihat berbagai pembaruan kondisi terkini dan proyeksi pertumbuhan ekonomi kedepannya.

"Kami akan dalami besok dan akan kami lengkapi semua," kata Suahasil.

Baca juga:
DPR: Pemerintah bisa pakai Perppu izinkan Freeport ekspor konsentrat
Pemerintah beri kelonggaran ekspor konsentrat Freeport dan Newmont
LPS turunkan suku bunga penjaminan 50 basis poin ke 6,26 persen
Jokowi sebut pungli di pelabuhan bikin biaya logistik RI tinggi
Menteri Susi: Ekspor lobster RI dulu 60.000 ton, kini 300 ton saja
Anggaran dipangkas, Sri Mulyani dihujani protes pemerintah daerah
Jokowi ingin sektor perikanan jadi motor penggerak ekonomi

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.