Menteri Susi: Ekspor lobster RI dulu 60.000 ton, kini 300 ton saja

Ekspor berkurang karena banyaknya penyelundupan.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Menteri Susi: Ekspor lobster RI dulu 60.000 ton, kini 300 ton saja
Susi Pudjiastuti. ©Efrimal Bahri

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyebut, kasus penyelundupan bibit lobster maupun lobster besar membuat ekspor lobster Indonesia berkurang. Ini terlihat dari penurunan drastis yang dialami dalam beberapa tahun terakhir.

"Indonesia ekspornya 6.000 sampai 60.000 ton lobster, sampai sekarang 300 ton saja. Kita awalnya tidak tahu (kalau karena penyelundupan), kita pikir karena lautnya rusak tapi ternyata tidak," kata Susi dalam konferensi pers di Terminal Kalibaru, Jakarta Utara, Selasa (13/9).

Dikatakan Susi, banyak penyelundupan lobster yang gagal dihentikan pemerintah Indonesia. Alhasil, Indonesia kehilangan puluhan juta lobster dari perairan.

"Setiap tahun itu yang (hasil penyelundupan) dikirim ke Vietnam sampai 40-60 juta ekor. Jadi yang ketangkap kita ini sedikit sebetulnya, banyak yang lolos. mereka berusaha (kabur) dengan segala cara," tuturnya.

"Vietnam yang dulu tidak punya lobster sekarang akhirnya jadi punya 4.000-5.000 ton lobster per tahunnya," tambahnya.

Meski demikian, Susi bersyukur tahun ini pemerintah berhasil menggagalkan penyelundupan. Terbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan bibit lobster sebanyak 71.250 ekor.

"Jadi sepanjang tahun 2016 ini kita sudah berhasil menggagalkan bibit lobster 819.715 ekor. Nilainya ini kalau pembelian di masyarakat Rp 40 miliar. Jadi kita berhasil mengurangi potensi kehilangan kita," tutupnya.

Rekomendasi