LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

FKSSK bahas imbas perlambatan ekonomi China

Sebagai antisipasi, pemerintah sudah membidik Amerika dan Jepang sebagai pasar ekspor baru.

2014-04-08 08:00:00
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) kembali menggelar rapat rutin di Kementerian Keuangan, semalam. Forum itu beranggotakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, rapat FKSSK kali ini membahas persoalan kondisi perekonomian global dan hasil dari pertemuan para petinggi ASEAN di Myanmar beberapa waktu lalu.

"Laporan dari pertemuan ASEAN kemarin di Myanmar, ya intinya kondisi bagus stabil cuma kita terus mewaspadai pelemahan pertumbuhan di china serta down set risk global, wajar," ungkap Bambang di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/8).

Advertisement

Kondisi perekonomian Amerika Serikat, Eropa dan Jepang yang semakin membaik, diharapkan bisa dimanfaatkan oleh Indonesia dengan sebaik-baiknya. Terkait dengan kondisi perekonomian China, Bambang melihat perlambatan perekonomian di China terjadi memang sesuai arahan pemerintah China lantaran khawatir inflasi tinggi menjadi penyebab overheating.

"Kita harus melihat kita harus manfaatkan misalnya recovery di AS, Eropa maupun di Jepang untuk kompensasi. (Juga) Apa yang terjadi di China, tapi ya kita masih melihat China gak buruk-buruk amat lah, pelemahan pertumbuhan mereka kan by design, utk menjaga ekonominya sendiri. Kita mengedepankan stabilitas, kalau China itu takut kalau inflasinya terlalu tinggi, overheating," jelas Bambang.

Kondisi perekonomian China sangat berpengaruh terhadap Indonesia lantaran China merupakan salah satu negara tujuan ekspor Indonesia. Namun, Bambang mengatakan, kondisi perekonomian China telah berubah dari investasi menjadi konsumsi domestik layaknya Indonesia. Oleh sebab itu, potensi ekspor ke China masih sangat besar.

Advertisement

Bambang mengatakan, sebagai langkah antisipasi penurunan ekspor ke China, pemerintah sudah membidik Amerika dan Jepang sebagai pasar ekspor baru, lantaran kedua negara tersebut tengah bangkit dari keterpurukan. "Pasar baru, kita sudah fokus bagaimana Amerika sama Jepang itu penting karena itu yang lagi direcovery."

Baca juga:
Ekstremis muslim di China larang orang tertawa dan menangis
Kemenkeu dan BI pede pertumbuhan ekonomi capai target
Bank Dunia sebut Indonesia penyebab ekonomi China melemah
Bank Dunia pesimis target pertumbuhan ekonomi RI 2014 tercapai
Menkeu beri tips pemerintahan baru capai pertumbuhan 6,5 persen

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.