Ekstremis muslim di China larang orang tertawa dan menangis
Merdeka.com - Gubernur wilayah Xinjiang, di sebelah barat China, Nur Bekri, kemarin mengatakan kelompok militan Islam di kawasan itu akan melarang orang tertawa dalam acara pernikahan dan menangis di acara pemakaman.
Dalam tulisannya di surat kabar Xinjiang Daily, Bekri menyatakan kelompok ekstremis itu mencoba mempengaruhi kaum muda yang belum banyak tahu apa-apa. Mereka mencoba menanamkan fanatisme buta terhadap agama dan doktrin para jihadis akan menjadi syuhada dan masuk surga.
"Mereka menggunakan doktrin itu untuk membuat bingung umat supaya meyakini jihad dalam bentuk bunuh diri atau kekerasan lainnya," kata Bekri, seperti dilansir situs asiaone.com, Senin (7/4).
Umat yang tidak mengikuti doktrin itu dianggap pengkhianat dan sampah, kata Bekri.
Etnis muslim Uighur di Xinjiang selama ini secara tradisional mengamalkan ajaran Islam moderat namun belakangan ini mereka mulai mempraktikkan ajaran Islam seperti di Arab Saudi dan Pakistan, seperti memakai cadar bagi perempuan.
Pemerintah China dalam beberapa tahun ini terus melancarkan pengawasan ketat buat menjaga keamanan di wilayah itu.
Bekri sendiri, seorang warga Uighur, menuding kelompok militan mengabaikan tradisi dan ingin memaksakan agama.
"Mereka melarang menonton televisi, membaca koran, mendengar radio, tidak boleh tertawa saat acara pernikahan dan menangis saat pemakaman," ujar Bekri. "Mereka memaksa kaum laki-laki menumbuhkan janggut dan perempuan memakai burka."
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya