Festival Jerieng Bangka Belitung: Harmoni Budaya Tionghoa dan Melayu Tarik Wisatawan
Festival Jerieng Bangka Belitung tahun 2026 akan hadir dengan konsep unik, memadukan kekayaan budaya Tionghoa dan Melayu untuk menarik minat wisatawan ke Kepulauan Babel, menjanjikan pengalaman budaya yang mendalam.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap menggelar Festival Suku Jerieng pada Juli 2026 mendatang di Desa Pelangas. Acara ini berlokasi di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, menjanjikan pengalaman budaya yang mendalam.
Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Babel mengonfirmasi bahwa festival ini akan menjadi magnet wisata. Tujuannya adalah menarik kunjungan wisatawan dengan perpaduan budaya yang kaya.
Kepala Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Babel, Wydia Kemala Sari, menyatakan bahwa Festival Suku Jerieng akan dijadikan sebagai satu kesatuan event wisata budaya yang unik dan menarik bagi wisatawan. Perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu menjadi daya tarik utama yang ditawarkan.
Harmoni Budaya Tionghoa dan Melayu di Festival Jerieng
Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkolaborasi dalam menyelenggarakan Festival Suku Jerieng. Kolaborasi ini bertujuan untuk memadukan tradisi serta kebudayaan Tionghoa dan Melayu yang ada di Kepulauan Babel. Perpaduan ini diharapkan menciptakan sebuah tontonan budaya yang sangat menarik bagi pengunjung.
Wydia Kemala Sari menegaskan bahwa perpaduan wisata budaya tersebut membuktikan bahwa kerukunan antar umat beragama, suku, dan ras di Kepulauan Bangka Belitung terjaga dengan baik. Tradisi dan kearifan lokal warga Desa Pelangas akan bersanding harmonis dengan budaya Tionghoa dan Melayu, menunjukkan kekayaan multikulturalisme daerah.
Perpaduan budaya ini menjadi bukti nyata kerukunan antar umat beragama, suku, dan ras di Kepulauan Bangka Belitung. Masyarakat di sana dikenal rukun serta saling menghormati, menjaga nilai-nilai luhur kebersamaan. Keharmonisan ini menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata daerah.
Menjelajahi Kearifan Lokal dan Wisata Unik Suku Jerieng
Festival Suku Jerieng akan menampilkan berbagai kegiatan budaya yang memperlihatkan kearifan lokal masyarakat Desa Pelangas. Salah satu tradisi yang akan digelar adalah sedekah Gunung Pelangas, sebuah ritual adat yang dipegang teguh oleh Suku Jerieng. Tradisi ini menjadi inti dari pelestarian budaya setempat.
Selain itu, festival ini juga menawarkan pengalaman wisata unik seperti wisata kelekak, yaitu menunggu buah durian jatuh di kebun warga. Pengunjung juga dapat menikmati panen duku, manggis, rambutan, dan berbagai buah-buahan lainnya langsung dari kebun. Aktivitas ini memberikan pengalaman otentik bagi wisatawan.
Tidak hanya itu, Festival Suku Jerieng juga akan menghadirkan wisata panen padi dan kegiatan menangkap udang di sungai Desa Pelangas. Kegiatan-kegiatan ini memberikan gambaran langsung tentang kehidupan sehari-hari dan tradisi pertanian serta perikanan masyarakat setempat. Festival ini sudah menjadi agenda tahunan pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi.
Festival Jerieng sebagai Penggerak Pariwisata Berbasis Budaya
Festival Suku Jerieng telah menjadi agenda tahunan pemerintah daerah dalam upaya melestarikan tradisi dan budaya warga Desa Pelangas. Penyelenggaraan festival ini secara konsisten menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya. Ini juga menjadi strategi penting untuk menarik wisatawan.
Masyarakat di Kepulauan Babel, khususnya Desa Pelangas, masih memegang teguh adat budaya dan kearifan lokal yang dikenal dengan Adat Jerieng. Ketaatan pada adat ini menjadi fondasi kuat bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata. Potensi budaya ini sangat besar untuk dikembangkan.
Wydia Kemala Sari menekankan bahwa nilai-nilai budaya dan kerukunan yang terjaga baik di Kepulauan Babel adalah modal utama. Modal ini digunakan pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Festival ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews