Fantastis! Kementan Siap Borong 1.000 Unit Drone Penyebar Benih Unhas, Tingkatkan Pertanian Modern
Kementerian Pertanian siap membeli 1.000 unit Drone Penyebar Benih Unhas, inovasi mahasiswa Universitas Hasanuddin untuk modernisasi pertanian. Bagaimana teknologi ini mengubah cara petani menanam?
Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan komitmennya terhadap modernisasi pertanian dengan menyatakan kesiapan membeli 1.000 unit drone penyebar benih padi. Inovasi canggih ini merupakan hasil karya mahasiswa dan peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, mengonfirmasi kabar baik ini di Makassar pada Minggu (02/11) lalu.
Langkah strategis ini menandai pengakuan besar terhadap potensi teknologi lokal dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Drone penyebar benih padi Unhas dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan presisi penanaman. Ini diharapkan dapat menjadi solusi modern bagi para petani di seluruh Indonesia.
Pembelian ribuan unit drone ini juga menjadi simbol kepercayaan penuh pada kemampuan inovasi perguruan tinggi. Unhas terus berupaya melahirkan karya-karya yang memberikan manfaat luas. Prof. JJ menegaskan bahwa kampus ini siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Inovasi Unggulan: Drone Penyebar Benih Padi Unhas
Inovasi Rice Seed Spreading Drone atau Drone Penyebar Benih Padi merupakan salah satu produk unggulan Unhas. Drone ini dikembangkan dengan tujuan utama membantu petani dalam proses penyebaran benih padi. Teknologi ini hadir sebagai solusi modern untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam proses penanaman.
Dr. Eng Andi Amijoyo Mochtar, MEng., selaku Ketua Tim pengembangan Drone Penyebar Benih Unhas, menjelaskan detailnya. Drone ini dirancang khusus untuk efisiensi, presisi, dan penghematan tenaga kerja petani. Kehadirannya diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan di sektor pertanian.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Sudah saatnya kita memberikan kepercayaan penuh kepada seluruh fakultas. Kita memiliki potensi besar untuk melahirkan karya yang berdampak,” jelas Prof. JJ saat peluncuran drone dan mobil listrik ENGI-Move Unhas. Ini menunjukkan komitmen Unhas dalam menghasilkan inovasi yang relevan.
Kecanggihan Teknologi untuk Pertanian Presisi
Drone penyebar benih padi Unhas dilengkapi dengan sistem GPS berpresisi tinggi. Fitur ini mampu memastikan jalur terbang yang akurat dan distribusi benih yang merata di lahan pertanian. Dengan demikian, setiap area tanam mendapatkan jumlah benih yang optimal tanpa terbuang percuma.
Salah satu keunggulan utama drone ini adalah sistem penaburan berbaris dan berjarak pertama di Indonesia. Dr. Ami menjelaskan, “Jarak antarbaris diatur sekitar 25 cm dengan kecepatan drone 2–3 km/jam. Hasilnya, pola tanam menjadi rapi dan pertumbuhan tanaman lebih seragam.” Hal ini sangat penting untuk hasil panen yang maksimal.
Selain itu, drone ini dirancang dengan sistem operasi yang mudah digunakan dan kontrol otomatis. Petani dapat mengoperasikannya tanpa memerlukan pengetahuan teknis mendalam. Drone juga menggunakan baterai berdaya tahan lama, mendukung waktu terbang lebih panjang untuk efisiensi kerja di lapangan.
Dari segi konstruksi, Drone Penyebar Benih Unhas memiliki desain kokoh dan tahan lama. Material yang kuat memastikan drone mampu bertahan di kondisi medan berat maupun cuaca ekstrem. Ini menjamin investasi jangka panjang bagi para petani.
Dampak Positif dan Pengembangan Lanjutan
Penerapan dan pengujian drone ini telah menunjukkan hasil yang efektif dalam distribusi benih padi. Uji coba dilakukan di Pattallassang, Kabupaten Gowa, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Unhas. Lokasi ini menjadi bukti nyata kemampuan drone dalam kondisi lapangan.
Dr. Ami menambahkan, “Hasilnya, kelompok tani menyambut positif penerapan teknologi tersebut karena mampu meningkatkan efisiensi waktu dan ketepatan sebaran benih.” Respons positif ini mengindikasikan potensi besar drone untuk diadopsi secara luas. Inovasi ini juga diharapkan dapat membantu petani dalam menghemat tenaga dan mengurangi biaya operasional.
Selain efisiensi waktu dan biaya, drone ini juga berpotensi meningkatkan hasil panen secara signifikan. Pola tanam yang rapi dan seragam berkontribusi pada pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Pengembangan lanjutan inovasi ini mendapatkan pendanaan penuh dari mitra perusahaan, menunjukkan kepercayaan industri terhadap teknologi Unhas.
Sumber: AntaraNews