Fakta Unik: Produksi Pertanian Melesat 10 Kali Lipat Berkat Cita Sembada Pertagas, Dukung Swasembada Pangan Nasional!
Program Cita Sembada Pertagas berhasil mendongkrak produksi pertanian hingga 10 kali lipat di Sidoarjo, menjadi pilar utama swasembada pangan nasional. Bagaimana caranya?
PT Pertamina Gas (Pertagas) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung swasembada pangan nasional. Hal ini diwujudkan melalui program pertanian inovatif yang dinamakan Cita Sembada. Program ini telah membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian di Indonesia.
Keberhasilan program Cita Sembada Pertagas terlihat jelas pada kegiatan panen raya di Desa Ganggangpanjang, Sidoarjo, Jawa Timur. Lahan pertanian yang sebelumnya menghasilkan 2 ton per hektare kini mampu mencapai 7 ton per hektare. Peningkatan produktivitas ini menjadi bukti nyata efektivitas program tersebut.
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menegaskan bahwa Cita Sembada merupakan fondasi kuat. Program ini bertujuan membangun swasembada pangan berbasis perdesaan yang mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga selaras dengan Astacita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peningkatan Produksi Pertanian Melalui Cita Sembada Pertagas
Keberhasilan program Cita Sembada Pertagas tampak nyata pada kegiatan panen raya di Desa Ganggangpanjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil panen pada lahan seluas 15 hektare yang sebelumnya 2 ton per hektare kini naik tajam menjadi 7 ton per hektare. Bahkan, masa panen yang sebelumnya hanya 1 kali setahun kini bisa 3 kali dalam setahun.
Peningkatan ini menyebabkan total produktivitas melonjak 10 kali lipat, dari 30 ton per tahun menjadi 315 ton per tahun. Indra P. Sembiring menyatakan, “Program ini berhasil meningkatkan produksi pertanian naik 10 kali lipat sehingga menjadi pondasi kuat dalam membangun swasembada pangan berbasis perdesaan.”
Program Cita Sembada Pertagas tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Namun juga membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sumber daya air dan lingkungan. Pertagas mengembangkan pertanian ramah lingkungan, pengelolaan air dan lahan yang lebih efisien.
Tujuannya adalah untuk mendukung lingkungan desa yang lebih tertata. Ini memberikan dampak positif secara berkelanjutan. Program Cita Sembada mendorong swasembada pangan berbasis desa sekaligus mewujudkan pembangunan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.
Tiga Pilar Utama Cita Sembada: Tirta, Bhumi, dan Dhana Sembada
Program Cita Sembada Pertagas memiliki tiga pilar utama yang menjadi landasan kegiatan. Pilar-pilar ini adalah Tirta Sembada, Dhana Sembada, dan Bhumi Sembada. Setiap pilar memiliki fokus spesifik untuk mencapai tujuan swasembada pangan.
Tirta Sembada berfokus pada kemandirian air. Pertagas bersama masyarakat telah membangun 562 meter jaringan irigasi baru. Selain itu, 164 ecobrick diolah menjadi 41 lubang ecopori untuk konservasi air. Ini menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Bhumi Sembada bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan desa. Pilar ini diwujudkan dengan membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Upaya ini penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa.
Dhana Sembada mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Fokusnya adalah pemberdayaan kelompok tani dan warga desa. Tujuannya agar mereka dapat mengelola hasil pertanian secara produktif dan berkelanjutan, menciptakan ekonomi desa yang tangguh.
Kolaborasi dan Dampak Positif Cita Sembada di Sidoarjo
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, menilai program Cita Sembada Pertagas sangat positif. Program ini tidak hanya meningkatkan hasil panen. Namun juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap lingkungan. “Ini bukti nyata bahwa kemajuan pertanian bisa berjalan seiring dengan kelestarian alam,” ujar Amig.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sidoarjo, Eni Rustianingsih, menyebut bahwa Cita Sembada adalah contoh kolaborasi yang berhasil. Program ini mampu menggerakkan potensi desa secara bersama-sama. “Program Cita Sembada ini lahir dari semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, Pertagas, dan masyarakat,” kata Eni.
Kepala Desa Ganggangpanjang, Muhammad Adenan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pertagas melalui Program Cita Sembada. Ia mengakui bahwa sebelumnya lahan desa sulit air dan hasilnya rendah. “Melalui program Cita Sembada ini, produktivitas pertanian serta hasil panen meningkat dan lingkungan lebih terjaga,” ujar Adenan.
Harapannya, program Cita Sembada Pertagas dapat terus berkembang menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Jawa Timur. Dengan semangat kemandirian, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan yang tumbuh, program ini dapat menjadi fondasi kuat menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya.
Sumber: AntaraNews