Fakta Mengejutkan Kebutuhan Benih! Sumsel Tuan Rumah Gebyar Perbenihan Nasional, Targetkan Kemandirian Benih Padi Sumsel 2029
Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke-10, berupaya mencapai Kemandirian Benih Padi Sumsel pada 2029 melalui inovasi padi apung dan gerakan mandiri benih.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menjadi tuan rumah Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) ke-10. Acara penting ini akan diselenggarakan di Jakabaring Sport City, Palembang, dari tanggal 13 hingga 15 September 2025 mendatang. Penyelenggaraan GPTPN ini merupakan bagian dari upaya serius untuk mendukung petani lokal dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem perbenihan nasional. Hal ini krusial dalam mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Sumsel juga berupaya memfasilitasi kerja sama produksi benih serta pemanfaatan teknologi budidaya padi pada lahan rawa.
Dalam konteks ini, Sumsel memiliki kebutuhan benih sekitar 27.000 ton per tahun, namun baru mampu memenuhi sekitar 8.000 ton saja. Kesenjangan ini menjadi motivasi utama bagi Sumsel untuk berinovasi dan mandiri dalam penyediaan benih. Produktivitas pertanian sangat bergantung pada kualitas input, terutama benih unggul bersertifikat.
Tantangan Kebutuhan Benih dan Peran GPTPN
Kebutuhan benih di Sumatera Selatan mencapai angka 27.000 ton setiap tahunnya, sebuah jumlah yang signifikan untuk menopang sektor pertanian. Namun, data menunjukkan bahwa provinsi ini baru bisa memenuhi sekitar 8.000 ton dari total kebutuhan tersebut. Kesenjangan ini menyoroti urgensi untuk meningkatkan kapasitas produksi benih lokal dan mengurangi ketergantungan dari luar daerah.
Gubernur Herman Deru menekankan bahwa produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan yang tersedia. Kualitas input, khususnya benih unggul yang bersertifikat, memegang peranan sangat penting dalam menentukan hasil panen. Oleh karena itu, acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) ini menjadi platform strategis.
GPTPN ke-10 di Palembang diharapkan dapat memfasilitasi kerja sama antara berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk mendorong produksi benih yang lebih efisien dan berkualitas. Selain itu, pemanfaatan teknologi budidaya padi pada lahan rawa juga menjadi fokus utama, mengingat karakteristik geografis Sumsel.
Melalui acara ini, Sumsel bertekad untuk mendukung petani lokal agar dapat meningkatkan produktivitas mereka. Ini adalah langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Serta mempercepat pencapaian target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Inovasi Unggulan Sumsel untuk Kemandirian Benih Padi Sumsel
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan dua inovasi utama yang diperkenalkan dalam GPTPN kali ini. Inovasi pertama adalah teknologi padi apung, yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan budidaya di lahan rawa tergenang. Teknologi ini sangat relevan mengingat 73 persen lahan pertanian di Sumsel merupakan lahan rawa.
Padi apung memungkinkan pemanfaatan lahan yang sebelumnya sulit ditanami saat musim hujan. Dengan demikian, lahan tergenang pun dapat dioptimalkan untuk produksi padi. Inovasi kedua adalah peluncuran Gerakan Sumsel Mandiri Benih Padi, sebuah inisiatif ambisius yang ditargetkan tuntas pada tahun 2029. Gerakan ini akan mulai diimplementasikan pada tahun 2026.
Implementasi gerakan kemandirian benih padi akan dimulai dengan menyalurkan bantuan benih untuk 200 ribu hektare lahan. Tujuannya adalah agar petani dapat memproduksi atau mengakses benih sendiri. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada pasokan benih dari luar daerah, memperkuat Kemandirian Benih Padi Sumsel.
Dalam acara tersebut, Sumsel juga memamerkan 79 varietas benih unggul yang beragam. Varietas-varietas ini diharapkan menjadi referensi berharga bagi kontingen dari 27 provinsi yang hadir. "Harapannya, Sumsel ke depan tak hanya mandiri benih, tapi juga bisa menjadi pemasok benih nasional," kata Bambang Pramono.
Apresiasi Nasional dan Pentingnya Benih Berkualitas
Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Sumsel. Menurutnya, Sumsel telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penyelenggaraan acara di Sumsel sangat tepat, mengingat provinsi ini memiliki luas lahan pertanian yang besar.
Sumsel juga dikenal dengan program strategis nasional yang aktif serta kontribusi signifikan terhadap produksi pangan nasional. Yudi Sastro menegaskan pentingnya benih sebagai komponen paling mendasar dalam pertanian. "Benih adalah komponen paling mendasar. Harus cukup, datang tepat waktu, berkualitas, dan bersertifikat," ujarnya.
Tanpa benih yang memenuhi kriteria tersebut, produktivitas pertanian tidak akan mencapai tingkat optimal. Sebanyak 398 peserta dari berbagai daerah dapat menyaksikan langsung varietas benih yang paling sesuai untuk wilayah mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk transfer pengetahuan dan teknologi.
Melalui upaya kolektif ini, diharapkan sektor pertanian Indonesia semakin maju dan mandiri. Kemandirian benih Padi Sumsel akan menjadi contoh nyata bagi provinsi lain. Ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews