ESDM: Walaupun ganti pimpinan, 35.000 MW jalan terus
Rencana tersebut merupakan salah satu program kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam lima tahun kepemimpinannya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan program 35.000 megawatt (MW) tetap berjalan, meskipun mantan Sudirman Said telah dicopot Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, rencana tersebut merupakan salah satu program kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam lima tahun kepemimpinannya.
"35.000 MW itu, program nasional enggak berubah-ubah, ya tetap disitu, di 35.000 MW tidak akan direvisi. Walaupun ganti pimpinan, tetap kita jalan terus. Kalau dari sisi pantauan kami ke dalam rangka menyiapkan rencana umum penyediaan tenaga listrik," ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dalam diskusi Energi Kita yang digagas RRI, merdeka.com, IJTI dan IKN di Hall Dewan Pers, Jakarta, Minggu (7/8).
Menurut Jarman, Presiden Jokowi tidak akan membiarkan menteri manapun merubah program tersebut. Untuk itu, pemerintah berkomitmen mengejar realisasi target tersebut.
"Ini kan cita-cita Presiden Jokowi," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketu Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha khawatir program 35.000 MW tersebut terhambat masalah pembebasan lahan. Padahal, Presiden Jokowi sangat mengharapkan akan terselesaikannya program ini dalam jangka lima tahun.
"Program ini diharapkan akan selesai dalam waktu lima tahun, hal tersebut dikarenakan anggapan laju perekonomian di Indonesia akan meningkat sekitar 6-7 persen. Namun, ternyata laju perekonomian di Indonesia melambat," kata Satya.
Laporan: Aisyah
Baca juga:
Menteri Tahar cari formula harga energi primer pembangkit listrik
Pengusaha: Proyek 35.000 MW tak secepat harapan Presiden Jokowi
PLN operasikan pembangkit kedua program 35.000 MW di Lombok
Bos PLN menolak cap pembangkang dari Menteri Sudirman
Atasi krisis listrik, Kalteng butuh dana Rp 2 T hingga 2021
Bos PLN akui cari keuntungan biar bisa bangun proyek 35.000 MW
Jokowi: Proyek 35 ribu MW untuk daerah yang kekurangan listrik