Eni Indonesia Jadi Perusahaan Eksplorasi Pertama Ubah Kontrak Jadi Gross Split
"Pengembangan lapangan Merakesh Eni setuju dari PSC cost recovery jadi gross split. Kita target POD disetujui dan kontrak bagi hasil amandemen sebelum 12 Desember," kata Arcandra.
Eni Indonesia Ltd bersedia mengubah kontrak bagi hasilnya, dari cost recovery menjadi gross split, untuk pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi (migas) Merakesh. Ini menjadi pertama kali dilakukan kontraktor yang menggarap lapangan eksplorasi.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, Eni yang saat ini sedang mengembangkan lapangan Marakesh dengan sukarela mengubah skema bagi hasilnya menjadi gross split. Pemeritah pun akan menyetujui rencana dan pengembangan plan of development (POD) dan penandatangan perubahan skema bagi hasil.
"Pengembangan lapangan Merakesh Eni setuju dari PSC cost recovery jadi gross split. Kita target POD disetujui dan kontrak bagi hasil amandemen sebelum 12 Desember," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/12).
Perubahan kontrak bagi hasil disebabkan perusahaan ingin lebih efisien dalam menggarap Lapangan Migas Merakesh. Sebab perusahaan bisa lebih leluasa menentukan biaya dan penggunaan teknologi untuk mengembangkan lapangan bagian dari Blok Sepinggan tersebut.
"Alasan utama efisiensi jika berubah gross split, kedua ada kepastian, ketiga pekerjaan karena simpel proses tender, mereka menilai proses simpel," tuturnya.
Arcandra mengungkapkan, pembagian dasar (base split) untuk minyak 67 persen dan gas 72 persen. Marakesh memiliki cadangan gas sebanyak 814 miliar kubik feet, akan beroperasi menghasilkan gas pada 2021 dengan laju produksi 125 mmscfd dan produksi puncak 391 mmscfd.
"Merakesh dikelola Eni Sepinggan 85 persen dan PHE East Sepinggan 15 persen. Ini baru pertama kali perubahan dari PSC cost recovery gross split," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Arcandra Yakin 10 Blok Migas Laku Dilelang Berkat Skema Gross Split
ConocoPhillips dan Pertamina berebut ladang gas terbesar ketiga Indonesia
ESDM tandatangani pengelolaan empat kontrak blok migas
Negara dapat tambahan Rp 16,7 M dari pengelolaan blok migas Merak Lampung dan Citarum
Kontrak Pekawai dan West Yamdena diteken, pemerintah terima Rp 188,8 M
ESDM umumkan pemenang lelang 4 wilayah kerja migas senilai Rp 624,4 M